BAB : 26

1484 Words

Andine menemani Rayn dan juga Melda, mertuanya di ruang tamu. Awalnya ia berpikir kalau keduanya bukanlah orang tua yang enak diajak ngobrol, tapi kini pemikirannya itu salah. Semuanya mengalir seperti air. Mungkin kalau dilanjutkan, obrolan ini tak akan ada ujungnya. Andai saja orang tuanya masih ada bersamanya, mungkin rasa bahagianya akan berlipat ganda. Sedih? Tentu saja. Tapi semua rasa itu seolah digantikan dengan rasa kasih sayang orang tua Farel padanya. Meskipun hanya berstatus sebagai menantu, tapi ia justru diperlakukan seperti anak kandung. "Ma, Pa ... kita makan dulu, yuk," ajak Andine pada Rayn dan Melda. "Papa sama Mama tadi udah sarapan sebelum ke sini," balas Melda. "Kamu udah makan?" "Hmm ... belum, sih," jawab Andine. "Farel berarti tadi belum sarapan?" tanya Melda.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD