BAB : 27

1058 Words

"Kita pisah dulu, ya?" Tentu saja perkataan Farel membuat Andine kaget. Bahkan ia seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar. Pisah? "Jangan bercanda," balas Andine tertawa dibalik rasa kagetnya. "Aku serius, ini demi kebaikan aku dan juga kamu." Andine menghentakkan tangan Farel yang masih menggenggam tangannya. Kemudian menatap fokus ke dalam manik mata suaminya itu. "Kebaikan apa?" "Untuk sementara kita harus pisah dulu. Kamu harus fokus dengan pendidikanmu saja. Aku nggak mau pikiranmu akan terbagi untukku dan mengurus tentang diriku." "Jangan lupakan kalau kamu itu suamiku. Jadi, apa mungkin seorang istri tak memikirkan suaminya sendiri? Ini terlalu berlebihan, Farel." Ia kesal dengan permintaan suaminya yang menurutnya terlalu berlebihan. Iya, oke ... kalau memintanya untu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD