BAB : 21

1727 Words

Sampai di kamar, ia tanggalkan kemeja yang masih melekat di badannya. Meninggalkan kaos tanpa lengan berwarna putih yang masih menutupi badannya, kemudian ia buka pintu arah ke balkon dan merebahkan badannya di sofa yang ada di sana sambil memicingkan kedua matanya. Tiba-tiba sebuah sentuhan ia rasakan di wajahnya, membuatnya langsung melek seketika. Yang ia dapati saat ini adalah Andine yang tengah fokus mengobati luka di wajahnya. Ringisan dengan sedikit tertahan terdengar saat rasa perih dirasakannya. "Pelan-pelan," pintanya. "Ini udah pelan," balas Andine. "Perih," rengeknya. "Udah tahu rasanya, kan? Kenapa masih melakukannya?" "Melakukan apa?" "Entahlah, karena kamu nggak ngasih tahu aku penyebabnya, kan," balas Andine. Farel menghindarkan wajahnya dari Andine yang ingin mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD