Di perpustakaan kampus yang sepi itu Flo merapikam catatan dari mata kuliah yang baru saja dia hadiri tadi. Tentu saja Gabriella masih menempel di sebelahnya juga, di tambah satu teman yang memang sengaja ikut Flo untuk ke perpustakaan. Mencari ketenangan katanya, sambil menunggu kelas berikutnya yang masih rentang tiga puluh menit lagi. Waktu yang lama. Flo merapikan catatannya, tidak menulis ulang, hanya menambahkan highlight dan juga men tip ex coretan serta membetulkan tulisan yang salah. Kebiasaan mencatatnya yang bersamaan dengan dosen menjelaskan di depan membuatnya tidak terlalu susah untuk kembali menulis ulang catatan. Menurut Flo ini sudah cukup, walaupun tangannya selalu kalah cepat dengan dosen yang ngomongnya seperti kereta express. Tapi Flo berusaha mengikuti dengan mencata

