Rumah Baru

1064 Words

"Najwa! Kenapa masih marah sama Aca?" Natasya berlari menyusul Najwa yang berjalan lebih cepat. Fatah? Entah kemana dia tapi yang jelas sejak istirahat pertama hingga pulang belum kembali. Tak tau kemana perginya Fatah.  "Najwa!" Natasya menarik tangan Najwa namun ditepis olehnya. Sedari tadi Najwa mendiamkan Natasya. "Kalau Najwa ngejauhin Aca, terus siapa temen Aca?" Natasya menatap Najwa dengan memelas. Dia sangat menginginkan Najwa tetap menjadi temannya. "Bodo amat." Najwa meninggalkan Natasya yang terpaku dengan ucapannya. Natasya hanya bisa menunduk dan menahan tangis, bagaimana ia bisa kuat menjalani hidup sehari-hari jika semua orang yang selalu ada di sampingnya pergi satu-persatu?  Natasya berdiri di depan gerbang sekolah, dia menunggu Fatah datang menjemputnya, tapi ternya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD