Inilah yang dinanti para siswa SMA se-antero jagad raya, pertandingan basket yang megah dan disaksikan oleh puluhan ribu siswa dari berbagai penjuru sekolah. Seharusnya Rama menginjakkan kakinya di lapangan DBL ini dengan tegap dan membusungkan dadanya membawa nama SMA 5 sebagai kapten. Sayangnya, cidera lututnya belum sembuh total. Rama masih dianggap beruntung karena bisa berjalan meski dengan langkah tertatih. Matanya tidak lepaa menatap Natasya yang berada di lapangan tribun. Gadis itu nampak gugup, kakinya gemetar, puluhan ribu siswa bersorak sorai. Rama mengambil duduk di tribun paling depan, VVIP. Dalam hatinya dia sangat kecewa, di tahun terakhir dia menjadi siswa SMA 5, malah dia tidak bisa bermain untuk membawa nama sekolah mereka. Rama tersenyum kepada Natasya, hari ini babak

