BAB 46

2021 Words

Dengan tangan kirinya, Syaoran menggenggam gagang jiannya. Pisau itu berlari ke atas dengan rata di tulang punggungnya. Halus seperti kobra, dia meluncur ke kanan dan mengalir ke bentuk pedangnya, pedangnya berkedip di bawah sinar matahari yang mengintip melalui langit kelabu yang berat. Langkahnya hati-hati dan tepat, tajam dan cepat. Salju berputar di sekelilingnya saat pedangnya mengayun dalam genggamannya yang berpengalaman. Dia membungkuk rendah dan pohon-pohon itu sendiri tampak menukik bersamanya. Kemudian Syaoran melihatnya. Zhong. Ia memandang Syaoran dengan minat mengejek. Dalam sekejap mata, Syaoran mendorong dirinya ke udara dan dengan kejam menebas ke bawah, tapi Zhong sudah jauh dari jangkauannya. Dia menggeram dalam-dalam di tenggorokannya, menerjang Zhong lagi tetapi sepe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD