BAB 35

2153 Words

Lu Zhong mengangkat pedangnya, membuat Ye Lan menahan pukulan yang menusuk tulang itu dengan kilatan baja. Mereka terbang terpisah lalu mengangkat tangan mereka yang bebas. Hembusan angin muncul di antara mereka yang menimbulkan ledakan ke belakang. Mereka melesat ke arah satu sama lain, menyerang tanpa henti hingga hiruk pikuk mencapai puncaknya di halaman. Otot-otot Ye Lan menegang selagi jari-jari di sekitar gagang pedangnya menjadi mati rasa. Sudah lebih dari dua dekade sejak dia terakhir bertarung. Sekarang, Lu Zhong kembali berada di tempatnya dahulu—di masa jayanya dan tanpa rasa takut terhadap kematian. Lu Zhong meninju ulu hati Ye Lan, mematahkannya karena benturan hingga membanjiri mulutnya dengan muntahan darah. Mata pria itu bersinar merah, memandang Ibu Suri dengan segala in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD