Sakura bertengger di atas batu datar, lengan terentang lebar. Dia mengarahkan wajahnya ke langit sore, belang-belang oleh awan dan tersenyum ke langit. Daun-daun kering berwarna coklat kemerahan melayang-layang di sekelilingnya dari puncak pohon selagi hanfu bunga biru dan jubahnya yang serasi mengepul di sekelilingnya dalam angin musim dingin. "Kau mengingatkanku pada istriku, Kaho," celetuk Eriol. "Dewa dan anggun." Wajah Sakura bersinar dengan kehidupan, tetapi cahaya di matanya meredup saat dia berbalik untuk menatap Eriol. "Saya minta maaf atas apa yang terjadi," ujar Sakura sambil membungkuk. "Tomoyo-chan selalu memujinya." Eriol memiringkan kepalanya, berterima kasih atas kata-kata Sakura yang baik. Ia mengulurkan lengannya padanya dan Sakura menggunakannya untuk turun dari

