Waktu berlalu dengan kelambatan yang membandel di pagi hari itu. Bulan dan bintang-bintang yang berkilauan masih terlihat di langit yang gelap berkabut. Burung-burung pun masih tertidur di sarang mereka yang hangat. Touya sedang duduk di tangga batu di salah satu halaman. Katananya sedang beristirahat di anak tangga di bawahnya. Yukito berdiri di depan pilar merah, secara hampir otomatis melihat wujud Touya yang tak bergerak dari jauh. Dia enggan untuk berbicara atau bahkan mendekati pria Jepang itu tetapi itu lebih berkaitan dengan kepengecutan daripada sekedar tidak mau. Akhirnya, Yukito mengambil keputusan. Dia akan memulai tugasnya untuk hari itu. Dia bukan seorang pengecut, tapi Kinomoto Touya terlihat sangat menakutkan saat itu dengan mata cokelatnya menatap ke kejauhan dan tanga

