Mobil milik Teguh masih melaju menembus jalanan kota ini. Jalanan siang hari ini sedikit padat, tapi kendaraan masih bisa berjalan normal walau pelan. Kiara masih betah berada di pangkuan Namira. Gadis kecil itu tertawa bersama dengan bahagia. Celoteh demi celoteh kini keluar dari bibir mungilnya. Mereka berdua kelihatan sangat kompak. Teguh masih setia memperhatikan mereka berdua. Walaupun dia harus konsentrasi menyetir, tapi tatapan matanya tak pernah lepas dari spion depan. "Kita sudah sampai, Ra." kata Teguh seraya melepas sabuk pengaman. Menoleh ke belakang sejenak sebelum membuka pintu mobil. "Oh iya, Pak." sahut Namira. Kemudian mengajak Kiara turun dari mobil. "Terima kasih banyak ya, Pak. Pak Polisi sudah nganterin pulang." "Sama-sama, maaf ya Ra. Kalau tadi saya sudah

