Chapter 24.

1299 Words

Namira dan Teguh kian akrab. Apalagi ada Kiara sedang berada di tengah-tengah mereka. Membuat mereka kompak dan nyambung kalau bahas soal gadis kecil itu. Sore hari ini sepulang dari tugas, Teguh bermain bola dengan Kiara di teras. Ayah dan anak itu terlihat sangat bahagia. Tertawa bersama saat menendang bola. "Kiara ... Sini mamam dulu," Namira memanggil Kiara yang sedang berlari mengejar bola bersama dengan ayahnya. "Kiara sayang, kamu maem dulu ya sama kakak Mira, nanti main lagi sama Papa." Kiara mengangguk lalu berlari menuju ke arah Namira yang sedang duduk di kursi. Matanya menatap sosok perempuan yang sedang memegang sendok dan mangkuk berisi makanan. "Aa..." gadis kecil itu membuka mulut lebar-lebar tanda siap untuk menerima suapan dari Namira. "Maem ... Pinternya Kiar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD