Chapter 18.

1029 Words

'Hanya kalian yang aku miliki. Aku akan membahagiakan kalian berdua, aku juga akan melindungi kalian berdua selagi aku mampu.' batin Teguh dalam hati. "Nak Teguh?" Suara Bu Arini seketika menyadarkan Teguh dari lamunan. "Iya, Bu?" "Kamu melamun, Nak?" Bu Arini menatap anak laki-lakinya. Kepala Teguh menggeleng. "Tidak, Bu." sanggahnya. "Oh iya, Bu. Bagaimana dengan Sri? Apa dia sudah mengakui kesalahannya?" tanya Teguh ingin tahu. Karena sejak kejadian beberapa hari lalu Sri seperti menghindari Teguh karena takut. "Iya, dia sudah mengakui dan minta maaf sama Ibu kemarin, dia menyesal katanya." "Syukurlah Bu, kalau dia mau mengakui kesalahannya sama Ibu." "Iya Nak, Ibu juga lega dengar Sri mau minta maaf." Kiara masih duduk anteng di pangkuan ayahnya. Matanya masih setia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD