Chapter 17.

1029 Words

"Pak Teguh." panggil Rifki rekan Teguh. Pria itu baru saja masuk ke dalam ruangan. "Iya, Pak Rifki?" sahut Teguh. Melirik sekilas. Lalu kembali ke aktivitasnya semula. Menatap layar laptop dan mengetik sesuatu di atas keyboard yang ada di depannya. "Di luar ada tamu, cari Pak Teguh." ujarnya. Seketika Teguh menghentikan kegiatannya. Menatap sahabat sekaligus rekannya tersebut. "Tamu siapa, Pak Rifki?" "Tidak tahu saya, Pak. Katanya tadi sudah buat janji sama Pak Teguh." Kening Teguh mengernyit. Nampak berpikir keras, dengan siapa kira kira dia sudah membuat janji. Setahunya dia tidak membuat janji dengan siapapun hari ini. Tapi kenapa tiba-tiba saja ada yang mencarinya dan mengatakan kalau sudah membuat janji dengannya? "Suruh masuk saja, Pak. Siapa tahu ada yang penting." ujar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD