Pagi itu Teguh pulang ke rumahnya setelah mengantar Namira. Keadaan rumah sangat sepi, karena semua penghuni rumah masih terlelap di dalam kamarnya masing-masing. Perlahan Teguh membuka pintu depan dengan kunci yang ia bawa. Setelah masuk, lalu ia menutupnya kembali. Kaki itu melangkah pelan menaiki anak tangga menuju ke lantai dua. Saat melewati kamar Kiara, tiba-tiba saja Teguh menghentikan langkahnya. Tangan kanannya meraih gagang pintu dan mengintip anaknya sejenak untuk melepaskan kerinduan yang ada di dalam hatinya. Di dalam sana, Kiara terlihat sedang tertidur bersama dengan sang nenek. Namun anehnya ada Sri juga Bik Siti yang juga tertidur sambil duduk di kursi tepat di samping ranjang Kiara. Teguh mengernyit saat melihat itu. "Apa yang sudah terjadi pada Kiara? Kenapa se

