Chapter 10.

1007 Words

Pagi menjelang. Suara ayam berkokok mulai terdengar. Azan subuh juga mulai di kumandangkan. Namira terbangun dari tidurnya. Seketika ia terkejut saat menyadari dirinya tidur memeluk Kiara. Membuat gadis kecil itu meringsut. Tapi beberapa detik kemudian tertidur lagi. Tangan kanan Namira mengusap kepala Kiara dengan lembut. Kemudian mencium kening gadis kecil itu dengan sayang. Entah kenapa Namira sangat menyayangi Kiara, seperti ada magnet yang terus menariknya agar ia dekat dengan gadis kecil itu. "Sehat terus ya Kiara cantik." gumamnya pelan. Bibirnya tersenyum saat melihat Kiara. Perlahan Namira bangkit dari tempat tidurnya, meraih bantal dan menaruhnya di samping Kiara. "Kakak ke kamar mandi dulu ya, Kiara." tangan Namira menepuk punggung Kiara pelan. Lalu perlahan keluar dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD