"Mira, kamu ngapain berdiri di situ? Kamu sudah beli barang untuk Kiara belum, Ra?" Deg. Tubuh Namira semakin bergetar ketakutan. Bagaimana cara Namira menjelaskan semuanya pada Bu Arini nanti. Gadis itu semakin gugup sekarang. Perlahan Namira mulai melangkahkan kakinya. Mendekat pada Bu Arini dan Kiara dengan wajah menunduk. "Mira? Duduk sini saja tidak apa-apa." Gadis itu mengangguk pelan. Lalu duduk di samping bu Arini dengan kepala tertunduk. Dan sekantung kresek berisi pampers juga s**u formula untuk Kiara kini masih berada di tangannya. Kiara terus berceloteh saat melihat Namira. Tangan mungil itu menepuk- nepuk pundak Namira. "Kamu kenapa sedih seperti itu, Mira? Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?" Kepala Namira menggeleng pelan. Masih dengan pandangan menunduk ke

