"Namira...!" Seketika Namira menoleh ke arah sumber suara yang baru saja memanggilnya. Deg. "Hah! Aduh, bagaimana ini..." Namira mencoba menyeberang menghindari orang yang baru saja memanggilnya. Tapi tidak bisa karena jalanan terlalu padat kendaraan hingga ia sulit untuk menyeberang. "Tunggu! Mau lari ke mana kamu?!" Tangan Namira di tarik oleh orang itu. "Andika. Lepasin!" protes Namira seraya mencoba melepaskan tangannya, namun tidak bisa. Karena Andika adik tirinya memegang tangannya dengan erat. "Enggak! Enggak akan aku lepaskan. Enak saja kamu pasti mau kabur!" Andika malah tambah mengeratkan pegangan tangannya membuat tangan Namira sakit. Lalu dia menarik paksa Namira menjauh dari tempat itu. Andika mengajaknya pergi ke tempat yang agak sepi. Tepatnya di samping bang

