ADIBEL 14

1106 Words

Kini, Abel tengah menatap gundukan tanah dengan nisan bertuliskan nama ayahnya wiliams. Bau bunga kamboja menyeruak menelusup indra penciuman pengunjung disana, pemakaman tersebut tampak bersih dan indah. Gadis itu tersenyum perih, bagaimana tidak, rasa sakit itu belumlah sembuh, tapi ia harus kehilangan ayah yang sangat ia sayangi lebih dari siapapun. Abel mengusap nisan itu kemudian memeluknya, sedangkan Aldi tengah memegang sebuah payung mungil karena rerintikan hujan mulai turun membasahi mereka. "Bel hujan, entar lo sakit,"ujar Aldi yang khawatir kepada Abel sembari memayungkan gadis itu. "Pa, papa seneng kan disana? Enggak ada yang ngebuat papa sedih tiap malamnya, papa lihat deh danau didepan makam papa, papa ingat enggak kalau kita sering kesini dulu? Terus papa bilang kalau p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD