Dikejar Duda

907 Words
" Kamu itu ngapain sih Kak? Udah satu jam ngeliatin kaca. Kamu lihat kaca dua jam juga engga akan ngerubah wajah kamu kayak Incess." ucap Mama yang tengah duduk di ruang TV sambil memakan kacang.             Bunga menghampiri Mama dan duduk disebelah. " Ma, jujur ya sama Kakak. Menurut Mama wajah Kakak keliatan udah berumur engga?"             Mama mengerutkan alis menatap Putrinya.  " Yah kalau dibandingin Mama sih pasti berumuran Mama." jawab Mama jahil. " Ngapain sih nanyain gitu Kak?"             " Engga."             Mama menepuk lengan Bunga dan menatap putri satu-satunya dengan antusias. " Oh iya, tadi Bude telepon ke Mama. Ada kabar baik lho buat kamu."             " Kabar baik apaan Ma? Bude mau kasih oleh-oleh waktu umroh kemarin ya?"             " Bukan. Ini soal cowo yang Bude kenalin waktu diundangan Dinda kemarin lho! Kalau engga salah Reza kan namanya?"             Mendengar nama 'Reza'disebut Ibunya membuat mood Bunga turun drastis. " Hmm.. Kenapa?"             " Reza sama keluarganya pengen ngelamar kamu!"             " Hah ngelamar? Ngelamar apa maksudnya Ma? Kerja dirumah?"             " Ngelamar jadi menantu dong! Kalau kamu setuju, sabtu ini Reza sama keluarganya mau datang langsung kerumah." ujar Mama semangat.             " Kakak engga mau!"             " Lho kenapa? Kak, ini yang mau sama kamu Mama yakin jodoh. Apalagi dia single, mapan, cakep lagi. Mama yakin kamu cocok sama dia."             " Tapi Reza ini udah punya pacar Ma dan parahnya lagi pacarnya itu mantan istri bos Kakak."             " Tahu dari mana Kak?"             " Kan Kakak pernah ketemu Reza sebelumnya Ma! Lagipula Reza itu teman sekolah Kakak." aku Bunga menyenderkan kepala ke bahu Mama.             " Tunggu deh, bos kamu itu yang pernah anterin kamu pulang itu kan yang sama anaknya masih SD? Siapa namanya? Pak Adi ya?"             " Pak Aldi. Iya itu Ma, jadi Pak Aldi itu mantan suami Cintya yang sekarang dipacarin Reza dan mereka bertiga teman sekolah kakak dulu."             " Kok bisa sempit gitu ya Kak macam di film-film? Eh tapi Pak Aldi juga engga kalah sama Reza, kelihatannya dia suka sama kamu."             Bunga mendengus. " Mama kalau ngomong suka ngasal deh." gerutu Bunga.             " Jadi gimana nih? Mau terima lamaran Reza atau engga? Kalau jadi Mama mau kontak EO buat dekorasi lamaran atau kita reservasi restoran sehari aja ya?"             " Ma, Kakak kan udah bilang engga mau!"             " Jadi kakak maunya gimana? Kakak maunya nikah sama siapa sih? Pak Samsul aja? Kebetulan tadi Pak samsul ketemu Mama di tempat gorengan pagi, terus dia titip salam sama kamu. Udah kamu sama Pak Samsul aja, Mama engga keberatan punya menantu yang beda 5 tahun sama Mama, yang penting kamu nikah."             Bunga menghela nafas lelah. Jika Ibunya sudah begini maka akan ada ceramah Mama Ani sekitar 1 jam.             " Mau kemana?" tanya Mama menatap putrinya berdiri.             " Beli bubur di depan."             " Mama kan udah masak Kak, kok cari makan diluar?" protes Mama.             " Engga kenyang Mama sayang." bunga mengambil dompet di dekat TV dan berjalan menuju pintu.             " Tante Bunga!!!"             Bunga terkejut dengan kedatangan Hana yang langsung memeluknya begitu ia membuka pintu.             " Lho Hana? Kamu kesini sama siapa?"             " Sama Papa."             " Papanya Mana?" tanya Bunga sambil melirik kiri kanan untuk melihat keberadaan Aldi.             " Tuh papa!" tunjuk Bunga pada sosok Aldi yang mengenakan t-shirt dilapisi jaket dan tersenyum lebar menatap Bunga.             " Kenapa ada disini Pak?" tanya Bunga begitu menghampiri Aldi.             " Tadi Hana minta saya buat ajak kamu sarapan ditempat favorit Hana. Kamu engga keberatan? Tempatnya dekat kok dari sini." jawab Aldi.             Bunga menimbang sebentar dan melirik Hana yang menatap dirinya berharap. Susah memang menolak keinginan anak kecil selucu Hana. " Boleh deh Pak."             Aldi mendesah lega dan tersenyum lebar. " Ayo kita ke mobil."             Bunga dan Hana mengikuti Aldi dari belakang. Ia melirik ke arah rumahnya dan melotot melihat Mamanya yang mengintip di jendela sambil memberikan jempol padanya.             " Kenapa Bu?" tanya Aldi melirik Bunga yang terlihat jengkel.             " E-engga apa-apa." Bunga menatap jalanan yang masih kosong. " Kita mau kemana? Perasaan ini rute jalannya mau ke daerah atas. Bukannya kita mau makan di daerah yang deket-deket ya? "             " Kita mau ke floating market Tante! Hana mau naik perahu disana." Hana menjawab dengan riang.             " Pak? Kata Bapak kita cuma sarapan?"             " Maaf ya Bu, kalau saya bilang jujur pasti kamu nolak."             " Bapak kok begitu? Saya ini belum mandi lho Pak, engga bawa uang cukup juga apalagi saya masih pakai piyama."             " Kamu masih tetap cantik kok dan soal uang, untuk permintaan maaf saya, saya traktir kamu seharian."             " Bukan masalah itu Pak, saya engga suka dijebak kayak gini."             " Maafin saya Bunga saya sudah habis akal bagaimana caranya ajak kamu keluar, karena kamu selalu nolak ajakan saya."             " Tante jangan marah sama Papa ya, Hana yang salah soalnya Hana yang ingin pergi sama Tante. Hana bosan kalau hari minggu cuma pergi berdua sama Papa, sementara temen Hana pada main sama Mama papanya. Tante jangan marah ya."             Bunga menatap iba pada Hana yang menangkupkan kedua tangannya dengan sorot sedih. Mungkin gadis ini memang kesepian. " Ya sudah Tante engga marah." Bunga mengelus rambut Hana yang duduk di kursi penumpang belakang, lalu menatap Aldi. " Pak kalau Bapak tidak keberatan, saya bisa pinjam uang Bapak untuk membeli pakaian dan sepatu? Nanti malam saya transfer uang gantinya ke rekening Bapak."             " Engga usah kamu ganti Bunga, seperti yang saya bilang tadi, saya akan traktir kamu seharian."             Bunga menghela napas dan menyandarkan tubuhnya lemas. Tanpa ia ketahui sepasang Ayah dan anak itu saling mengedipkan mata di kaca spion sebagai tanda misi berhasil. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD