Satu minggu pasca putus telah terlewati dengan berat. Bunga berusaha untuk tegar, meskipun berulang kali hatinya tergugah untuk mengajak Taufik balikan setiap malam. Apalagi berondong itu hampir setiap saat menghubunginya membuat Bunga sering mematikan HP dan segala bentuk media sosial lainnya. Perhatian kedua orangtuanya pun kini terlalu berlebihan. Papa setiap pagi selalu mengantarnya kerja dan Mama selalu menelponnya bahkan menemaninya ketika tidur. Bunga merasa diperlakukan seperti anak kecil, tapi disisi lain ia memang ingin ditemani. Siang ini kantin terlihat cukup sepi dibandingkan hari-hari biasanya. Bunga baru mendapatkan info dari salah satu OB jika beberapa divisi tengah melakukan gathering ke pangandaran. Pantas saja sepi, toh beberapa di

