" Pokoknya Mama sama Papa engga ikhlas kalau kamu tinggal di bandung lagi!" Pekik tante Ana terdengar ketika Bunga hendak mengambil air minum di dapur. Bunga berjalan mengendap-endap dan berdiri di belakang sekat antara ruang keluarga dan dapur. Dirinya kembali mendengarkan pembicaraan kekasihnya dengan kedua orangtuanya. " Ma, masa Mba Bunga tinggal disini? Kasihan keluarganya juga Ma. Lagian Opik Insya Allah seminggu sekali pulang kesini." " Mama engga setuju pokoknya!" Om Juna, Papa Taufik mengelus bahu tante Ana, mencoba menenangkan. " Gini Pik, Papa ngerti sama kondisi Bunga yang sama-sama anak tunggal. Tapi nanti setelah menikah sudah kodratnya istri mengikuti suami. Kamu juga anak tunggal apalagi Papa udah engga bis

