Episode 29

2031 Words

"Nak, ayo makan siang dulu. Mami sudah masak masakan kesukaan kamu." Terdengar suara di balik pintu berwarna coklat yang di dalamnya terdapat pria yang engan untuk keluar dari sana. "Masih kenyang, Mih..." "Eh, kenyang dari mana? Jangan cari alasan. Apa kamu tak malu pada gadis cantik yang sudah mami ajarkan masak masakan kesukaan kamu, hah?" Untung saja pintu dikunci dari dalam, kalau tidak, wanita itu pasti sudah masuk dan menjewer telinga putrinya. "Ck, iya-iya, Mih. Tunggu sebentar, Dika cuci muka dulu." "Okey, Mami tunggu di meja makan." Ardika menghela napas berat. Nada yang didengarnya tadi adalah nada mode maksa dari sang ibu. Kalau sudah seperti itu, dia bisa beralasan apa lagi? Pilihan terbaik adalah menurut saja perintahnya karena menolak pun rasanya akan percuma. "Mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD