"Kamu sebenarnya mau ke mana juga, Kya? Bilang saja nanti diantarkan Ameer." Suara berat di seberang sana menyapa gendang telinga Kyana pada malam hari saat dia sudah persiapan untuk tidur. Satu tarikan napas berat keluar dari gadis itu. "A'aku mau mampir sebentar di makam ayahku, Zeen," ucapnya setelah menemukan jawaban yang dirasa tepat. Rupanya Ameer sudah menyampaikan pesan Kyana dan sahabatnya yang si paling sibuk itu menyempatkan diri untuk menelpon. "Kan bisa ditemani Ameer dan...." "Kali ini saja, Zeen. Aku janji akan baik-baik saja. Aku tahu kau khawatir padaku, tapi tolonglah kali ini saja. Setelah itu kita akan bertemu di kantor." Hening cukup lama. Tak ada tanggapan dari Zeen, hanya suara deru napas yang bersahutan. "Ze...." "Oke, pergilah." "Sungguh?" "Hmm, tapi ing

