Sore yang dinantikan oleh para pekerja, saat mereka bisa kembali ke tempat-tempat ternyaman mereka untuk beristirahat. Dari balkon sebuah apartemen, terlihat Kyana duduk seorang diri di kursi dengan segelas minuman dingin tersedia di atas meja yang terletak di depannya. Pandangannya mengarah pada langit yang terhias panturan mentari sore. Dari gayanya, dia terlihat menikmati keindahan senja. Rambutnya yang dibiarkan tergerai dan terkena tiupan angin sepoi-sepoi menambah keindahan ciptaan Tuhan atas dirinya. Terlihat tenang dan damai, tetapi sebenarnya tidak dengan hati dan pikirannya yang penuh dengan segala rasa dan tanda tanya tanpa bisa pastikan kapan akan menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Siang tadi dia kembali pergi seorang diri ke toko kue miliknya dan tentu tanpa sepe

