Episode 32

1079 Words

Ardika membiarkan saja tubuhnya berada dalam pelukan wanita paruh baya yang ia tak ketahui alasan pasti kenapa wanita itu memeluknya sambil menangis. "Bibi, Bibi tolong tenangkan diri Bibi." Ardika mengusap pundak wanita itu. "I-ibu, Ibu kenapa?" Di antara kebingungannya, Kyana menyentuh bahu sang ibu yang ada dalam pelukan pria yang digadang-gadang sebagai pria yang dijodohkan dengannya. Seketika Yasmine sadar dan melepaskan pelukannya pada Ardika. Wanita itu buru-buru menghapus air mata dengan tangannya. "Ah, maafkan saya, Nak. Maafkan bibi karena terbawa suasana," ucapnya sembari menghapus air mata dan tersenyum pada Ardika. "Khem, tak apa, Bibi. Sekarang, duduklah, Bi." Ardika mengarahkan dengan tangan kanan untuk duduk di kursi kosong yang telah disediakan untuk mereka. "S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD