"Pokonya anak mami hari ini harus terlihat benar-benar tampan. Mau ketemu calon mertua harus benar-benar wow penampilannya." Devita merapikan jas hitam yang putranya kenakan sembari terus berceloteh. Yang dirapikan jasnya hanya bisa menarik napas dalam-dalam. "Sudah, sekarang sudah tampan. Ayo kita berangkat sekarang." "Yes, Mom." Ardika mengikuti langkah wanita itu keluar dari dalam rumah. Di luar sana, Alexander sudah menunggu di dalam mobil dengan Brian sebagai sopirnya. Seharusnya bukan Brian, tapi yang memang menjadi sopir pribadi mereka. Hanya saja ini permintaan Ardika. Mana mau dia pisah dari asisten somplak yang bisa ia ajak berghibah kapanpun dan di manapun itu. "Tampan sekali, mirip papi saat masih muda." "Terima kasih," balas Ardika sembari memutar bola matanya dengan

