Taman

1428 Words

"Kamu sudah tahu semuanya?" Jam lima pagi, Oma duduk berhadapan dengan Vano di kursi teras rumah. Mengenakan sweater rajut warna cokelat tebal untuk menghalau angin dingin yang hendak menerjang tubuhnya. Vano mengangguk lesu. Rambutnya acak-acakan. Ia bahkan tidak tidur sepanjang malam. Merasa sangat bersalah atas pertanyaan yang telah ia lontarkan. Namun, dari sana, Vano mengetahui fakta besar dari kehidupan orang yang akhir-akhir ini dekat dengan dirinya. Fakta yang diluar ekspetasinya. Dan Fakta yang langsung menikam lebam jiwanya. "Maaf kan saya, Oma." Vano memegang kepalanya yang terasa berat. Menunduk lesu menyembunyikan wajahnya yang berantakan. Oma mengembuskan napasnya berat. Bersandar pada punggung kursi. Sepasang matanya Menerawang jauh ke depan sana. "Revita dulu terlahir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD