Cerita Malam

2114 Words

Di bawah temaram lampu yang menggantung pada langit-langit gazebo, dua orang remaja anak manusia duduk bersebelahan dengan pikirannya masing-masing. Hening mendominasi tatkala sapuan lembut angin malam menerpa wajah mereka. Terpecahkan oleh siulan beberapa jangkrik seolah menjadi teman dikala sunyi. Sepasang kaki Revita sedari tadi tidak berhenti mengayun kecil pada pinggiran gazebo rumahnya. Gadis itu seolah enggan berbicara. Sedikit dibuat jenuh karena harus menemani laki-laki di sebelahnya, Vano. Iya, anak yang baru menghilang tiga hari itu bersikukuh tidak mau pulang walaupun Revita telah mengusirnya dengan paksa. Vano memang keras kepala, bahkan seorang Revita pun hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah Vano yang suka semaunya. Namun, tanpa gadis itu sadari, sedari tadi, Vano tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD