Cerita Sore

4509 Words

Sore hangat, di bawah pohon rindang sebagai atap, melindungi dua orang remaja yang tengah duduk di bawahnya. Semilir angin menggoyangkan dedaunan serta rambut dan ujung-ujung pakaian anak itu. Keduanya sama-sama diam. Seorang laki-laki terlihat tengah menunggu wanitanya yang masih sedikit terisak. Memberikan jeda waktu untuk wanita itu meluapkan emosinya tanpa harus bertanya-tanya. Rambut berantakan dengan keringat di mana-mana. Napasnya pun masih sedikit tersengal. Vano menatap Revita dari samping dengan kalut. Anak itu bahkan mengorbankan jam pelajaran kala mendapat pesan bahwa wanitanya itu menangis seperti orang gila di koridor kantor. Tanpa pikir panjang, Vano langsung berlari keluar, sama sekali tidak peduli kala dosen memanggil-manggil namanya. Vano mengeluarkan motornya dengan ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD