Kekacauan

3031 Words

"Lo yakin?" Revita menganggukkan kepalanya mantap untuk menjawab keraguan pada raut wajah Fandi. Siang ini mereka telah ada di depan sebuah rumah dengan pagar hitam tinggi demi menunaikan janji pada tiga hari yang lalu. "Wajah lo gak bisa gue percaya!" ujar Fandi kian meragukan aksi nekat Revita. Revita terlihat mengatur napasnya yang mendadak pengap. Bahkan kedua tangan dan pelipisnya berkeringat. Padahal cuaca siang ini cukup mendung. "Ngeluluhin hati Om Heri aja bisa. Masa buat bujukin Vano aja gue gak bisa!" kata Revita menenangkan diri. Meskipun keraguan besar kini menyerang pikiran dan hatinya. "Tapi ini beda konteks! Lo tahu sendirikan gimana hubungan gue sama Vano? Lagian di dalam ada komplotannya. Bisa abis gue! Kalau gue sampai kenapa-napa, emang lo mau tanggung jawab!" "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD