Gedung kosong

1957 Words

Entah sudah memakan waktu berapa lama, Revita terus mondar-mandir di lantai kamarnya. Ponselnya pun sedari tadi tidak lepas dari genggamannya. Padahal, sekarang sudah pukul sepuluh malam lebih, yang seharusnya ia sudah beranjak tidur karena besok harus sekolah. Revita terus mengecek layar ponselnya dengan cemas, berharap ada sebuah notifikasi dari seseorang di seberang sana. Revita melempar ponselnya frustrasi sembari membanting pantatnya ke atas kasur. Ia mengacak rambutnya sendiri kala tidak ada satu pun notifikasi dari orang yang sudah membuatnya tidak bisa tidur. Kepala Revita menegap saat telinganya mendengar seseorang membuka engsel pintu kamarnya. "Loh, belum tidur, Rev?" Revita menghela napas lelah, lantas menjawab pertanyaan Oma yang menyembul dari balik pintu. "Belum, Oma."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD