Chapter 17

1464 Words

“Damar, Mama Rita gak apa-apa kan?” kataku mengulangi pertanyaan yang sedari tadi belum dijawab oleh Damar. “Mama gak kenapa-kenapa. Pakai seatbelt” jawabnya lalu mulai menjalankan mobilnya. “Terus lo ngapain kesini?” tanyaku saat mobil mulai berjalan perlahan meninggalkan klinik. “Mama nyuruh saya jemput kamu. Katanya kasian kamu pulang sendiri malem-malem” jawab Damar. Aku terdiam dan merasa tak enak setelah mendengar jawaban dari Damar. Seperti ini rasanya dikhawatirkan oleh seorang ibu. Kataku dalam hati sambil tersenyum. “Kenapa senyum-senyum begitu?” tanya Damar ketus. Ternyata ia melihatku tersenyum barusan. “Selama dua puluh delapan tahun gue hidup, gue baru ngerasain rasanya dikhawatirin sama seorang ibu. Rasanya semenyenangkan itu ternyata. Biasanya cuma Papa aja yang kha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD