M.A.B (89)

2357 Words

Yazid duduk dihalaman belakang seorang diri, ia sedang berusaha menenangkan fikirannya yang sangat ruwet dan masih diselimuti amarah. Yazid menopang dagunya sambil terus berputar otak memikirkan apa yang harus dia lakukan berikutnya karena sepertinya ini bukanlah hal yang mudah. Bagi Yazid, lebih mudah mengatur strategi untuk menghancurkan bisnis lawan dibanding mengatur cara bagaimana agar menghancurkan hubungan Barra dan Belvina.   “ Gadis ini benar – benar keras kepala! “ cibir Yazid mengingat Belvina menolak uang sebanyak itu dan berani menentang perintahnya.   Tak lama, supir pribadi Yazid datang menghampirinya dan bertanya. “ Apa benar pak Yazid panggil saya? “   Yazid menurunkan tangannya yang sejak tadi menopang dagu, ia mendongakkan kepalanya menatap pria yang sudah berumur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD