Bab 20

1254 Words

Sebuah klinik bersalin kecil di pinggiran kota, masuk ke gang yang lumayan jauh dari jalan raya. Rumah bercat putih dengan gaya tempo dulu. Tersedia kursi-kursi yang disediakan untuk pasien menunggu antrian. Namun nampaknya hari ini belum ada pasien yang datang, karena hari masih pagi. Setelah Dimas berangkat kerja, Sherly buru-buru mengajaku untuk mengantarnya ke tempat ini. Terlihat di dinding ada gambar-gambar janin, ibu hamil juga ibu menyusui. Melihat gambar janin, hatiku berdesir. Membayangkan seandainya mahluk kecil itu ada di dalam perutku, aku pasti bahagia. Anaknya Dimas tentu saja. Aku senyum-senyum sendiri membayangkannya. “Mbak Sherly.” Panggil seseorang. Petugas yang menerima pendaftaran juga yang mengecek teanan darah pasien. Setelah tekanan darah Sherly dicek, dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD