Bab 22

1489 Words

Pagi-pagi kami berangkat ke Anyer dengan menggunakan satu mobil. Dimas dan Ryan duduk di depan. Aku dan Sherly duduk di belakang. Selama perjalanan beragam candaan dari mulut Sherly dan Ryan terlontar. Dimas seseklai menimpali namun Aku aku hanya senyum saja mendengar candaan mereka. Dimas memesan tiga buah kamar yang menghadap ke pantai. Pemandangan yang begitu indah di sore hari menikmati sunset dari bibir pantai. Selepas Isya, kami berempat menikmati hidangan makan malam di meja di pinggir pantai. Duduk melingkar saling berhadapan. Beberapa kali Sherly mencoba menyuapi Dimas dengan penuh cinta. Sesekali Dimas melirik ke arahku dengan canggung. Ryan pun tak ingin kalah, beberapa kali dia menawarkan untuk menyuapiku, namun dengan halus kutolak. Selesai makan malam, ternyata Sher

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD