Hai-hai jangan lupa tap love dan baca kisah sampai akhir ya ^^
______
“ Berani sekali masuk ke kamar orang tanpa izin.” ucap seseorang itu lembut sehingga membuat tengkuk Rose meremang.
“ anu.. m-maaf, gua kira kamar ini gaada orang, karna pintunya ga dikunci.” ucap Rose takut. Jika pintu terkunci, tentu ia tidak masuk
“ hmm….. saya pikir karna kamu sudah terlanjur masuk ke kamar pribadi saya,
kamu telah bersiap-siap untuk menjadi milik saya” bisik orang itu pelan.
Jantung Rose berdegup kencang, seakan jantungnya akan loncat keluar. “ Siap-siap? Maksudnya apa?!! Oh iya tolong lepaskan tangan lu dari pinggang gua!” sesak Rose ,karna rengkuhan dipinggangnya semakin mengerat hingga Rose dapat merasakan sesuatu yang sedang mengeras.
“ Bersiap-siap untuk-…”
Belum sempat orang itu melanjutkan ucapannya, Tanpa aba-aba, Tubuh Rose di angkat paksa lalu Rose dapat merasakan punggungnya bersentuhan dengan tempat tidur. Tak hanya itu, seseorang yang belum diketahui nya ikut menindih tubuh Rose. Tangan Rose di cekal di atas kasur. Rose hanya bisa memberontak dengan cara menggeliatkan badannya.
“HEI! LEPASKAN!! SIAPA SI LO! Brengs3k!!”
“ hustt… nikmati saja…”
Rose tersentak, darahnya mengalir deras saat tubuhnya diraba. Ia masih memberontak, namun tenaga nya tidak cukup kuat untuk membuat seseorang diatas nya ini menyingkir. Perlahan air matanya mengalir seirama dengan gerakan seseorang itu yang semakin liar.
Krekkk
Walaupun keadaan ruangan yang temaram, Rose dapat merasakan bahwa sweaternya dirobek.
“ PLISSS… gua mohon. Jangan lakukan itu.” isak Rose. Air matanya tak dapat dibendung lagi. Rose benar-benar takut, ini pengalaman pertamanya setelah 22 tahun.
“ Aku tidak bisa menahannya Rose.” ucap seseorang itu sambil membelai pipi Rose yang lembut. “ Aku berjanji akan melakukannya dengan hati-hati. Jadi kamu tidak perlu takut. “ bisik nya ditelinga Rose. Kemudian lanjut menciumi seluruh tubuh Rose.
Rose hanya terdiam dan terisak tak berdaya dibawah tindihannya. Ia terus berifikir siapa orang ini, kenapa dia tau nama gua?
_______
Tubuh polos gadis yang dibaluti selimut putih itu menggeliat, mencoba mencari kenyamanan didekapan seorang pria disebelahnya. Rose tertidur pulas, selang beberapa menit matanya terbuka menyesuaikan cahaya lampu neon yang tergantung indah di langit-langit.
Rose termenung sejenak, sampai gadis itu menyadari kejadian yang barusan dialaminya. Rose berfikir bahwa itu hanyalah sebuah mimpi, namun melihat bagaimana keadaannya sekarang, Rose yakin bahwa kejadian tadi nyata. Gadis cantik berambut panjang itu merengkuh erat selimut yang sedang menyelimuti mereka.
Tersadar akan pria disebelahnya, mata Rose membulat tak percaya. Otaknya mencerna apa yang terjadi. “ Yaampun, apa yang sebenarnya terjadi? apakah Miracle yang melakukan itu?”
Rose benar-benar tidak menyangka bahwa Miracle sosok seseorang yang melakukan perbuatan keji terhadapnya. Gadis itu memukul kepalanya kencang, ia merasa sangat bodoh. Bisa-bisa nya ia tidak mengenali suara Miracle. Tapi Rose akui, suara seseorang yang melakukan itu berbeda dengan suara Miracle yang sedang bekerja dikantor. Suara Miracle cemderung ringan, tidak serak dan berat seperti pria itu.
Tapi siapa lagi yang melakukannya? Tidak ada orang selain Miracle dan dirinya. Tatapan mata Rose jatuh kepada d**a telanjang milik Miracle. Sontak membuat gadis itu menoleh kelain arah.
“ Sial. Gua harus kabur dari sini. Huft, tenang Rose, tenang. Setelah keluar dari ruangan terkutuk ini, anggap semuanya tidak pernah terjadi.” ucap Rose menenangkan dirinya sendiri.
Perlahan Rose mengibaskan selimut yang berada didekapan, hingga memperlihatkan tubuhnya yang mungil. Rose memunguti bra dan celana dalam yang berserakan dilantai lalu memakainya.
Rose masih bisa bernafas sedikit lega ketika lampu didalam ruangan ini menyala. Ia tidak terlalu memikirkan kenapa lampu ini bisa menyala, yang dipikirkan nya saat ini adalah mencari pakaian Miracle yang layak untuk di pakai. Rose akan berencana keluar dari rumah Miracle.
Diliriknya jam dinding yang terpajang. 23.15. Sudah larut malam, dengan tergesa-gesa Rose membongkar lemari Miracle hingga menemukan sebuah kemeja polos. Namun, kemeja itu masih layak dipakai ditubuhnya walaupun kebesaran. Dengan langkah perlahan dikarenakan bagian areanya sakit, Rose meninggalkan kamar dengan membawa tas kecilnya dengan sisa sweater dan leging yang sudah sobek.
Saat berada diluar, keadaan rumah Miracle masih sepi sehingga Rose tidak perlu khawatir tentang kejadian menyakitkan ini sampai diketahui orang. Rose hendak berjalan menuju gerbang, jika saja seseorang dari arah kolam tidak memanggilnya.
“ Hei! Tunggu!”
Panggilan dari seorang wanita cantik, dengan pakaian dan gaya yang elegan. Wanita itu mendekati Rose, ia berjalan kesusahan dikarenakan tinggi heels nya. Saat berada di hadapan Rose, wanita itu tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya.
“ Hei , perkenalkan nama ku Misella. Kamu bisa panggil aku Sella.” kenal Sella lembut.
Rose terdiam sejenak, kemudian ia berdehem sebentar untuk menghilangkan rasa canggung lalu dijabatnya pula tangan Sella. “ Hai Sella. G-gua eh aku.. Rose.”
“ Rose, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan untukmu.”
Setelah berjabat tangan untuk berkenalan, Sella menuntun Rose untuk duduk di sofa dipinggir kolam. Rose hanya pasrah ketika dirinya dituntun, gadis itu benar-benar kehilangan akal untuk saat ini. Pikirannya masih kacau, dan masih terbayang-bayang kejadian itu.
“ Rose. Aku sangat senang bertemu dengan kamu. Akhirnya aku bisa melihat perempuan pujaan kak Miracle. Oh iya maaf tadi aku tidak sengaja melihat kalian berdua tertidur pulas. Aku sebenarnya tidak mau ikut campur, tapi melihat hari sudah malam dan kalian gelap-gelapan , jadi aku nyalakan lampu. Tapi tenang, setelah itu aku langsung pergi keluar kamar kok.” Jelas Sella panjang lebar membuat Rose kembali hilang akal.
Rose pikir ia bisa mengaggap semua ini tidak terjadi. Tapi sepertinya tidak akan mudah jika saja Sella mengetahuinya. Rose terdiam sesaat lalu gadis bersurai panjang itu tersenyum simpul. Tidak ada jalan keluar selain meminta pertolongan kepada Sella
“ Sella. Aku boleh minta tolong sama kamu?”
Sella mengangguk. “ Minta tolong apa?” Tanya nya penasaran.
“ Aku dan Miracle tidak ada hubungan apa-apa. Yang tadi kamu lihat itu sebetulnya hanya kecelakaan saja. Mungkin Miracle mabuk dan tidak dapat mengontrol dirinya. Aku juga tidak tau, tapi aku mohon lupakan semuanya.” lirih Rose.
Sella mengerjapkan mata, ia dibuat bingung dengan keadaan. “ Jadi, kamu ini siapa nya kakak?”
“ Sekretaris Miracle.”
Sella menutup mulutnya tak percaya. Sella pikir Rose adalah pacar Miracle sampai mereka bercinta dirumah.
______