Chapter 37

1030 Words

“Hai..”   Bram tersenyum dan menunjukkan lesung pipinya. Gadis itu kemudian membalas senyumannya.   “Hai.”   Bram berusaha terlihat sekeren mungkin. Hanya saja ia tidak menemukan pakaian yang menurutnya benar-benar keren. Jadi ia memilih untuk mengenakan kaos berwarna hitam saja. Supaya terlihat lebih sederhana namun tetap kece. Sepertinya memang kaos hitam tersebut lah andalan Bram satu-satunya.   “Yuk,” ajak Vani.   “Bentar. Aku mau pamit dulu ke Papa Mama kamu.” Bram merasa mengganjal apabila ia tidak pamit dengan kedua orang tua Vani terlebih dahulu. Mengingat dirinya dan Vani adalah dua orang dewasa. Pergi berdua seperti ini aneh saja rasanya bila tidak meminta izin. Bila diibaratkan menjemput pacar, harus meminta izin. Bahkan bila diibaratkan menjemput teman untuk bermain

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD