pengkhianatan di hari Pernikahan

1406 Words

Belum sempat angel, menjawab pertanyaan ku ternyata mbak Fatimah sudah datang menjemput. “Disini rupanya mbak cariin astagfirullah," ucapnya sambil bergaya layaknya seorang emak yang pusing melihat anak nya. Aku nyengir baru ingat aku kesini untuk mengecek santri malah sibuk ngobrol. “Aku pamit ya ngel," pamit ku. “Kenapa mbak kok buru-buru belum azan?"Tanyaku. “Si azam mau ngomong dek, semoga saja ada kabar baik," jawabnya. Ya allah semoga mas azam sudah bersikap seperti biasanya, aku takut karena pernikahan palsu kemarin mas azam malah berubah padaku, aku tahu dia sangat sakit hati tapi itu semua di luar kendali ku. “Assalamu’alaikum," ucap kami bersamaan. “Silahkan duduk nak," ucap abah setelah menjawab salam. “Ini," ujar mas azam menyodorkan handphonenya padaku, “ayah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD