Bab 2

762 Words
Masa SMA ... Fida memegang liontin berbentuk hati yang menggantung dilehernya. didepannya, Fito duduk dengan senyum tak lepas dari bibirnya sejak tadi. terlihat jelas kalau Fito sangat bahagia karena telah berhasil mewujudkan impiannya memberikan hadiah spesial kepada Fida. " apa ini nggak terlalu mahal ? " tanya Fida sungkan. ia tahu harga kalung yang diberikan oleh Fito sangat mahal. tidak mungkin hanya mengandalkan uang hadiah dari kompetisi saja. " harusnya aku kasih yang lebih bagus lagi, tapi uang hadiah ditambah tabunganku cuma cukup beli yang itu " " ini udah bagus banget lho ... " " kamu pantas dapat yang terbaik " Pipi putih Fida jadi merona dibuatnya. Fito suka sekali melihat Fida yang salah tingkah didepannya. " makasih ya " ucap Fida. " love you too " balas Fito menggoda Fida yang jarang mengucapkan kata cinta padanya. Fito tahu Fida orangnya pemalu. Wajah Fida semakin memerah jadinya. Fito memegang pipi Fida sambil tertawa. Fida menjauhkan mukanya tapi ditahan oleh Fito dan mencubitnya gemas. " aww, sakit ... " rengek Fida. " oh ... uluh - uluh, sakit ya " tanya Fito sambil mengusap bekas cubitannya. Fida merengut manja. membuat Fito semakin terbahak melihatnya. Tak jarang Fito menggigit Fida saking gemasnya. sedang asyik - asyiknya nonton tiba - tiba Fida akan teriak kaget karena ulah Fito yang menggigit lengan atau jari Fida. kebiasaan aneh Fito tersebut hanya terjadi saat didekat Fida saja. segemas apapun pada orang lain tidak sampai membuat Fito ingin menggigitnya. " happy anniversary ya Yang ... jangan pernah minta putus sama aku " ucap Fito. Fida mengangguk terharu ," kamu jangan bosan sama aku " " nggak akan, selama aku sadar aku pasti akan selalu setia sama kamu " " jadi kalau kamu mabuk gimana ? " " aku nggak pernah mabuk jadi sadar terus " elak Fito jenaka. Bukannya tertawa Fida malah merengut manja lagi. " kamu percaya aja sama aku Yang, aku cowok paling setia. dihati aku isinya kamu doang ... selama kamu masih cinta sama aku aku pasti lebih cinta sama kamu " " aku sayang sama kamu " ucap Fida pelan. " aku juga sayang banget sama kamu " balas Fito ," aku tidak bisa hidup tanpa kamu Yang " Fida tergelak. kenapa Fito semakin pintar menggombal ya. " kamu nggak percaya sama aku ? " " percaya " jawab Fida dengan irama menggoda. " benaran kamu nggak percaya sama aku ? " ulang Fito tidak puas dengan jawaban Fida ," kalau sampai aku menduakan kamu... bawa saja aku kerumah sakit jiwa. fix! pasti aku sudah tidak waras lagi " kata Fito yakin. Fida tertawa mendengarnya. hatinya berbunga - bunga mendengar ucapan Fito. cewek mana yang tidak bahagia dicintai begitu besar oleh cowok yang juga ia cintai. *** Masa Kuliah ... " Jangan ditonton lagi, dedek gue lihatnya ! " ucap Sela ngegas pada Fida. Televisi yang sedang menayangkan acara gosip tersebut langsung dimatikannya. Sela adalah saksi hidup yang melihat bagaimana awal hingga akhir kisah cinta Fida dan Fito. Sela juga yang mendampingi Fida melewati masa terpuruknya pasca putus dari Fito. " geli gue sumpah! dasar banci ! " umpatnya. sahabat Fida yang satu ini memang yang paling marah dengan perbuatan Fito. seandainya tidak dilarang oleh Fida, Fito sudah pasti jadi trending topic diakun - akun gosip. " tuh cewek sama bangke nya dengan Fito, main sosor aja sama lakik " " laki itu pacarnya " ujar Fida mengingatkan sahabat tomboinya. " sampah ... dua - duanya sama - sama bau ! " balas Sela lagi. Sela tidak suka melihat Fida yang masih mengikuti perkembangan Fito diluar sana. hanya buang - buang waktu saja. banyak cowok tampan dan tajir yang mau sama Fida. Fida saja yang belum mau membuka hatinya untuk mereka. hampir tiap minggu ada saja yang nitip salam pada Sela untuk Fida. bukan hanya cowok dari kampus mereka tapi juga cowok dari kampus lain yang kebetulan berada dalam lingkup pertemanan Sela. " mending kamu cari cowok lain aja " sarannya sungguh - sungguh. Fida menggeleng. " masih mau nungguin Fito ? gue yakin dia nggak bakal balik lagi. mana mungkin dia ingat sama kamu. bangke mana punya hati " Fida kembali menggeleng. " aku mau fokus kuliah dulu. klinik ortu mau dijadiin Rumah sakit " " bagus deh kalau begitu. ntar bisa kali kalo gue kerja disitu ? " " bisa ... buat kamu apa sih yang nggak " jawab Fida sambil mengedipkan matanya. Sela bergidik ngeri ," anjir... geli gue. kamu nggak mendadak jadi suka akukan ? " Fida tertawa terbahak. Sela senang melihat Fida sudah mulai bisa tertawa lepas lagi. tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD