BAB 23 | Seperti Wanita Bayaran

1214 Words

“Aku kecewa sama kamu, Mas! Kita cerai saja!” “Aluna!” Reza tersentak dari tidurnya. Napasnya terengah-engah seperti habis lari maraton. Keringat dingin membanjiri keningnya, padahal AC di kamar itu dinyalakan. Pandangan Reza berpendar, dia menatap sekitar, sisi kasurnya sudah kosong, saat melihat jam dinding, waktu menunjukkan pukul tujuh pagi. Reza merasa kepalanya sedikit pening. “Kamu sudah bangun, Mas,” ucap suara lembut itu. Reza langsung menatap ke arahnya. Rasa lega tertoreh di hatinya saat dia melihat sosok Aluna. Wanita itu tampak sudah segar dengan dandanannya yang terlihat nstural. “Aku kesiangan,” ucap Reza. “Iya. Aku sengaja tidak membangunkanmu. Semalam badanmu sempat panas. Untungnya subuh tadi demammu sudah turun,” kata Aluna. Reza mengernyit. “Aku demam?” tanyanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD