43. Aku Ingin Berpisah

1491 Words

Melihat Mina tiba-tiba muntah, Sabil mengikuti Mina ke kamar mandi. Sebuah sentuhan lembut yang menyalurkan segenap rasa khawatir. Jemarinya mengusap perlahan, mengikuti lekuk tulang belakang yang kini terasa begitu rapuh. Di dalam keheningan kamar mandi, setiap usapan adalah bisikan dukungan untuk Mina bahwa ia ada untuk istrinya. Melihat Mina terkulai lemas Sabil mengendong Mina keluar dari kamar Mandi. Raut wajahnya pucat pasi, dan mata yang biasanya memancarkan semangat kini tertutup, terbebani oleh sesuatu yang tak terucapkan. Ia membaringkan tubuh Mina di atas kasur dan mengusap pipi Mina dengan lembut, menatap lurus ke wajah kepasrahan yang menyedihkan. Sabil merasakan penyesalan yang sangat dalam kepada Mina. "Kata Mbok, sayang belum makan ya tadi.. ?" "Aku tidak lapar." Jawab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD