Chapter 37

1257 Words

Chapter 37 Suara kunci dan pintu yang terbuka menyadarkan Zahra dari lamunan panjangnya. Dia segera berbalik dan menatap orang yang baru saja memasuki rumahnya. Zahra menatapnya dengan mata tidak berkedip, susunan kata-kata yang sudah sejak subuh dirangkainya tetiba ambyar hilang entah ke mana. Sepertinya ada yang salah dengan isi kepalanya, melihat penampakan manusia berwajah manis sepagi ini, membuat pikirannya langsung kosong melompong. "Kenapa?" Cristian menatapnya dengan heran. Zahra menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sangat cepat dia tidak tahu harus berkata apa, karena rangkaian kata mutiaranya sudah menguap, tidak meninggalkan bekas dalam ingatannya sedikit pun. Masih dalam keadaan setengah sadar Zahra menyodorkan kopi dan beberapa macam makanan di hadapan Cristian serta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD