bab 2

4440 Words
Tok tok tok "Sayang " ucap yuli membuka pintu kamar naira. Didekati nya anak nya yang masih tertidur di atas kasur nya. Di usap nya pelan rambut naira dengan penuh sayang. "Sayang " ujar nya membangunkan naira. "Sayang bangun yuk udah siang " lanjut nya. "Emmm iya mah " jawab naira singkat "Yuk bangun kamu gak sekolah ?" "Emmm iya mah bentar" "Yaudah mama tunggu di bawah ya" "Iya mah " Yuli pergi meninggalkan naira yang masih memejamkan matanya. Saat yuli menutup pintu kamar nya, naira perlahan membuka matanya. Setelah nya dia bergegas bangun menuju kamar mandi . 5 menit berlalu ,naira keluar dengan handuk baju fan handuk kecil di di atas kepalanya membalut rambut nya yang basah. Naira segera mengenakan pakaian putih abu abunya. Pakaian rutin yang biasa di kenakan siswa siswi smk mau pun sma pada umum nya. Setelah selesai di dengan segala persiapan nya Di langkahkan nya kaki nya menuruni anak tangga menuju ruang makan yang sudah ada papa dan mama nya. "Pagi sayang " sapa yoga saat naira duduk di kursi nya. " pagi pah " jawab naira singkat ,sembari meraih roti tawar dan di oleskan nya dengan selai coklat kesukaan nya. "Hari ini bawa mobil ?" Tanya yoga kembali "Iya pah ,ntar sore nai sekalian kerja kelompok di rumah fatin" "Emmm yaudah jangan malem malem pulang nya" "Iya pah " Naira memakan rotinya perlahan .setelah habis naira berdiri dari duduk nya. "Pah nai berangkat ya ,hari ini ada piket kelas" ucap nya menyalami tangan papa nya. "Loh sayang ,gak makan nasi dulu" lanjut yuli yang datang dari arah dapur dengan di mangkok besar nasi di tangan nya. "Enggak mah ,nai masih kenyang" ucap nya menyalami tangan mama nya pula. "Yaudah sayang ini buat spp kamu ya bulan ini kan belom bayar " ucap yoga memberikan benerapa lembar uang kertas seratus ribuan ke naira. "Loh pah kok lebih dua ratus ribu ?" Tanya naira setelah menghitung uang nya. "Iya buat jajan kamu juga ,kan kamu gak makan nasi sekarang ,sekalian kamu isi bensin kamu ya " "Tapi kan aku udah papa kasih uang jajan" "Gapapa sayang buat pegangan kamu juga" "Emm yaudah aku berangkat dulu ya pah" "Yaudah sayang hati hati ya " "Iya pah ,assalamualaikum " "Waalaikum salam " Naira mengendarai mobil nya ke arah sekolah nya ,sebenarnya naira tidak ada piket hari ini ,hanya saja naira lelah jika saja papa dan mama nya membicarakan tentang lamaran keluarga ali lagi. Naira memilih datang ke sekolah lebih pagi . Setelah sampai naira duduk di salah satu kusi kantin sekolah nya. Di pesan nya bakso kesukaan nya. Tapi entah kenapa saat bakso nya sudah di depan mata ,naira merasa enggan memakan nya. Naira hanya mengaduk aduk bakso yang di depan nya. Hingga tanpa sadar bel tanda masuk kelas telah berbunyi memecahkan lamunan nya. Naira berdiri dari duduk nya ,melangkahkan kaki nya perlahan menuju ruang kelas nya. Sesampai nya di pintu kelas nya, naira melihat ternyata fani sudah masuk sekolah. Naira menoleh ke arah bangku yang ada di belakang fira yang kebetulan memang tidak ada siapapun yang duduk disana. Di langkahkan nya kaki nya ke arah bangku itu. Tiara yang mengira naira akan duduk di sebelahnya sepergi semula memindahkan tas nya yang semula berada di bangku sebelahnya. "Sini nai " sapa tiara dengan senyum nya. Naira hanya menggelengkan kepalanya ,sembari tersenyum dan melangkah ke arah bangku kosong di belakang fira. "Nai gapapa duduk sendiri ?" Tanya fira tak tega dengan naira. "Gapapa fir ,toh kan ada kamu sama fani disini" jawab nya tersenyum ke arah fira. "Yaudah deh kalok emang itu yang kamu mau" Setelah nya semua siswa dan siswi di kelas itu diam tanpa ada yang berbicara lagi. Seorang guru wanita masuk ke dalam kelas itu yang tak lain ialah bu wati wali kelas mereka. "Selamat pagi semua " sapa bu wati "Pagi bu " sapa mereka semua kecuali naira yang fokus dengan pikiran nya. "Ok semua hari ini kita kedatangan siswa baru ,semoga kalian bisa berteman baik ya , Ali silahkan masuk " Naira terkejut membelalakan matanya seketika mendengar nama ali . Ali masuk ke dalam kelas yang mulai sedikit ramai membicarakan nya, terutama kaum wanita yang terpesona dengan ketampanan ali. Naira membeo melihat ali yang ada disana benar benar ali yang tadi malam melamarnya. "Ali ,silahkan kamu perkenalkan diri kamu" lanjut bu wati mempersilahkan. "Hai semua " ucap ali mengawali "Haiiii " jawab mereka semua serentak. "Perkenalkan saya ali ,saya pindahan dari bogor ,semoga kita semua bisa lebih akrab lagi kedepan nya ya " "Ok ali cukup ,kamu silahkan duduk di tempat yang kosong itu ya ,di sebelah tiara" lanjut bu wati "Ehh bu maaf boleh kalau saya duduk di sebelah naira saja ?" Ucap ali menjelaskan. Sedangkan naira semakin membulatkan bola matanya mendengar nya. Seisi kelas menoleh ke arah naira disana. "Ohh ali kenal naira?" Tanya bu wati spontan "Iya bu naira itu teman saya " "Ohh ya ,boleh boleh biar ali gak ngerasa canggung ya ,ok silahkan silahkan" "Baik bu terima kasih " Ali segera berjalan ke arah naira dan duduk di sebelah nya. "Kenapa harus disini sih ?" Tanya naira dengan enggan nya. "Kenapa ,gak suka ?" Tanya ali menatap ke arah naira . "Iya lah " jawab naira singkat. "Kamu harus terbiasa nai ,toh ya kita juga bakalan serumah kan" jawab ali singkat ,sembari mengeluarkan buku nya. "Ihh emang siapa juga mau serumah sama kamu " ucap naira spontan sembari berdiri dari duduk nya. Semua yang ada di dalam kelas menoleh ke arah naira ,termasuk pula bu wati. "Iya naira kenapa ?" Tanya bu wati. "Ehh enggak bu tadi saya cuma kaget" jawab naira dengan wajah memerah karna malu ,sembari kembali duduk di kursinya. "Ohh yasudah kita mulai lagi ya pelajaran nya." Tak terasa waktu berlalu ,hingga jam istirahat trlah tiba. Naira mengemasi barang barang nya ke dalam tas nya. "Mau kemana ?" Tanya ali memegang tangan naira ketika naira berdiri. "Apaan sih al " "Kamu mau kemana ?" "Aku mau kekantin ali, aku laper " "Yaudah aku temenin " "Apaan sih ,aku mau bareng fira sama fani" "Yaudah aku ikut juga " "Apaan sih " " yaudah sih nai ,biarin aja ali ikut kita " sela fani di sana. "Gapapa nih dia ikut ?" Tanya naira ragu "Iya gapapa lah nai " lanjut fira lagi. "Yaudah deh yuk " "Ya udah lah ayuk" Mereka berjalan ke arah kantin bersama sama . Hingga ketika mereka melewati kamar mandi naira berhenti tiba tiba . "Kenpa nai ?" Tanya fira "Aku ke kamar mandi bentar deh ,kebelet " jawab naira dengan singkat nya. "Ohh yaudah aku temenin " jawab ali spontan membuat mereka bertiga melongo. "Gila ya kamu ,aku ke kamar mandi lo al " "Ya aku tunggu di depan." "Ngak ngak mending kamu sama fani sama fira ke kantin dulu ,aku biar nyusul" "Gapapa ?" "Ya gapapa lah al ,udah biasa" "Yaudaj kita tunggu di kantin aja " ucap ali. "Yaudah duluan ya nai " lanjut fira. Naira masuk ke dalam kamar mandi meneruskan niatnya disana. Setelahnya naira keluar dari sana dan berhenti seketika melihat vino dan tiara sedang duduk di kusi yang hanya terhalang satu tembok dengan kamar mandi. "Vin ,nai udah maafin kamu ?" Tanya tiara. "Udahlah sayang aku capek ,biarin aja dia." "Tapi dia temen aku vin." " udah lah ntar juga dia capek sendiri nyuekin kamu ,dan aku yakin dia juga bakal nyesel ninggalin aku ,mending kita biasa aja di depan dia biar makin nyesel dia." "Emang gapapa kayak gitu ?" "Gapapa dong sayan udah lah " "Yaudah terserah kamu aja " "Eh sayang ntar pulang sekolah makan dulu yuk " ucap vino ketika menyadari naira juga berada disana. Naira bergegas berjalan ke kantin meninggalkan mereka disana. Naira menyesal pernah percaya dengan vino dan tira. "Hah nyesel , iya nyesel pernah kenal sama kalian " batin naira. Sesampainya di kantin naira mencari keberadaan tiga orang yang sudah pergi dulu meninggalkan nya. Setelah menemukan nya naira bergegas ke arah meja itu ,sebelum nya naira memesan bakso yang sudah jadi kesukaan nya. "Lama banget nai ?" Tanya fani "Iya masih antri " "Emmm kamar mandi antri juga ya ternyata " Mereka semua terwa dengan candaan receh itu. "Kamu gak pesen makan ?" Tanya ali ke arah naira. "Udah kok ntar juga dateng" "Ohh yaudah." Tak lama setelah nya bakso yang di naira sudah ada di depan nya. Naira mengucapkan terimakasih baru setelah nya memberi saus tomat dan kecap manis di atas nya. Naira juga tak lupa menuangsedikit sambal disana. Naira menyuapkan satu per satu makanan ke mulut nya. Sesekali ali menoleh ke arah nairan . Dilihat nya naira yang makan dengan lahap nya Entah mengapa saat di pandang nya naira ,selalu terasa nyaman dan aman . Seperti pernah mengenal naira dengan begitu dekat , hati menghangat melihat naira. Meski jujur dia mau di jodohkan dengan naira karna orang tua nya bukan karna kemauannya. Naira bangkit dari duduk nya tanpa kata , naira bergegas ke arah penjual bakso yang semula di beli nya. Tak lama setelah nya Naira kembali ke kursinya semula dengan nampan berisi dua manhkok bakso dan satu gelas jus alpukat susu . Naira duduk dengan santai nya disana. Di berinya saus tomat ,kecap dan tak lupa dengan sambal nya. Fira ,fani dan ali melongo menatap naira yang tak bisa dengan porsi makan nya. "Kenapa ?" Tanya naira ke arah tiga teman yang memandang nya tak percaya. "Kamu srius nai ?" Tanya fani seketika "Apanya ?" Jawab naira lagi. "Nai kamu gak biasa makan bakso tiga mangkok sama jus alpukat pula" "Hehehehe iya tadi aku gak sarapan jadi laper " "Srius kan nai ? , bukan karna vino kan ?" Lanjut fani menggoda naira "Apaan sih fan vino udah aku hempas ke laut ,udah gak ada di hati " jawab naira acuh mrlanjutkan makan nya. Mereka yang mendengar naira hanya mengangguk melanjutkan makan mereka masing masing. Lain hal nya dengan ali yang entah kenapa menjadi tak semangan memakan makanan nya. "Vino ??? Siapa vino ? Pacar nya ? Ah mungkin mantan nya , ahh entah lah " batin ali berkecamuk Ali memang pindah ke sekolah ini hanya agar dapat lebih tau dan dekat dengan naira atas dasar orang tua nya ,tapi entah mengapa saat ada nama lain di hidup naira ada rasa bergemuruh di hatinya, rasa tak suka ,rasa ingin tau semua nya ada di fikiran nya. ******** Kringgggggg kringggggg kringggggggggg Bel tanda pulang sudah berbunyi ,ali hendak langsung pulang dan beristirahat sebelum malam nanti akan ber main futsal dengan teman teman nya. Ali keluar dengan santai dari kelas nya, di langkahkan nya kaki nya perlahan ke arah parkiran sekolah , ya kini ali tak bersama naira ,karna bersama dengan naira memang perintah orang tuanya. Baru saja ali selesai memasang safetybelt nya terdengar dering ponsel dari dalam sakunya. Di lihat nya nama yang tak asing disana . Ya nama mama yang sedang melakukan panggilan pada nya. "Assalamualaikum mah " sapa nya pada sang ibu "Waalaikum salam sayang " jawab mama nya di sebrang sana. "Ada apa mah ?" "Ali sudah pulang sayang ?" "Iya mah ini baru aja mau jalan ,eh mama telfon" "Ohh bagus deh ,sekarang kamu cati naira ya ,ajak dia pulang bareng kamu " "Tapi ali capek mah ,lagian naira katanya bawa mobil loh " "Yauitu karna mobil naira mogok mangkanya kamu ajak dia sekalian ya al " "Mama tahu dari mana ?" "Barusan tante yuli telfon mama minta tolong itu" "Tapi kan mah ali .." "Gak pakek tapi al ,ini harus " "Mahh" "Al kamu itu laki laki sayang ,naira lagi butuh bantuan, kalau kamu gak mau yaudah serah kamu aja" "Mah jangan gitu dong" "Terserah kamu lah al mama capek" " ok ok ali anter naira sekarang" "Nah gitu doang dong " "Yaudah assalamualaikum" "Waalaikum salam " Ali menutup sambungan telepon nya dan meletakan handphone nya ke sembarang arah. Di buka nya kembali safetybelt nya . Ali bergegas keluar dari mobil nya ,melihat ke segala arah mencari keberadaan naira sekarang. Dengan lesuh ali berjalan gontai mendekati mobil merah yang tak jauh dari mobil nya terparki . Dengan enggan ali menyapa naira yang tengan kesusahan dengan mobil nya. "Nai ,pulang bareng aku aja" "Ngak usah makasih " "Udah lah nai bareng aku aja " "Gausah al ,aku udah telfon mama kok " "Dan mama kamu telfon mama aku ,terus mama aku telfon aku biar aku anterin kamu " "Hah srius ?" "Kamu pikir aku bakal dapet harta karun kalau aku bohong ?". "Tapi aku mau kerja kelompok dulu , udah gapapa kamu pulang duluan aja " "Nai , aku bakal anterin kamu kemana pun ok " "Gausah deh makasih " "Udah ah lama , ayok " Ali menarik tangan naira ke arah mobil nya, Ali tidak menghiraukan penolakan naira , naira duduk di kursi sebelah ali setelah ali membukakan nya pintu . Setelah menutup pintu mobil nya , ali berjalan ke arah kemudi dan duduk di sana. Aku juga memasangkan safetybelt untuk naira. "Ali apaan sih , mobil aku gimana ?" Ucap naira tak terima. "Udah aku terfon montir" "Tapi aku gamau pulang sama kamu " "Aku juga gamau nai " bentak ali seketika ,membuat naira terdiam antara kecewa dan takut pula. Sesaat mereka saling terdiam dengan pikiran masing masing. Hingga naira memutuskan untuk mencoba membuka ointu mobil ali . Ali hanya terdiam dengan tangan memijit kening nya yang jelas tak sakit. Naira terus berusaha membuka tapi sayang ali mengunci pintu mobil nya . "Mau kemana " ucap ali seketika menarik lengan naira. "Mau kluar" "Nai ,pliss ngertiin aku ,aku tau kamu gak mau jadi istri aku ,begitu pun aku nai ,tapi plis ngerti ,demi orang tua kita ,bukan buat aku " "Tapi aku gak siap al " "Aku juga nai ,aku sama ,kalau bukan karna keluarga aki juga gamau di paksa gini " Naira menundukan kepalanya mendengar ucapan ali, dia pikir hanya dirinya yang tersiksaan dengan semua ini ,tapi tanpa ia sadari ada hati ali yang juga terluka karna perjodohan ini. "Yaudah sekarang kamu mau aku anterin " "Kerumah aja " "Gak jadi kerja kelompok" "Ngak ,aku gaenak bada kayak nya " "Srius , mau ke rumah sakit dulu ?" "Gausah al plis pulang aja " "Yaudah ok " Ali melajukan mobil nya dengan perlahan, Naira menyandarkan kepalanya di sandaran mobil ali ,sedangkan ali hanya fokus dengan kemudinya. Semua nya hanya hening tanpa ada yang bicara satu sama lain. Sesekali ali melirik ke arah naira yang menatap kosong ke arah jalanan yang mereka lewati. Tak terasa 5 menit berlalu ,alli memasuki garasi rumah naira dan mematikan mesin mobil nya. "Nai " ucap ali memulai bicara. "Hemm " derham naira menjawab ali. "Maaf ya tadi udah bentak kamu " "Gapapa " "Maaf juga kalau kamu risih dengan sikap ku di sekolah ,aku janji mulai besok aku akan melakukan aktifitas ku sendiri dan gak ngerecokin kamu lagi maaf " "Gapapa kok " "Yaudah " "Iya " jawab naira yang masih melamun disana. "Emm nai " "Apa lagi sih al " jawab naira dengan sedikit keras sembari membangunkan tubuh nya dari sandarannya semula. "Emm ngak sih cuma mau bilang , kamu gak mau turun ?" Naira seketika celingukan ke sekeliling nya . Ternya mereka sudah sampai di rumah naira, dengan malu naira melepas safetybelt nya. "Iya ini juga mau turun " "Emm yaudah " Ali juga ikut turun karna melihat mama naira yang berdiri dekat mobil nya. "Assalamualaikjm tante " sapa ali "Waalaikum salam al " jawab yuli "Emm tante ali langsung pamit ya " "Lohh gak duduk dulu " "Gausah tante ali harus istirahat ,mau latihan futsal soal nya ntar malem" "Ohh mau futsal , yaudah kalok gitu istirahat ya al , ehh iya al ntar kalok mau berangkat fitsal mampir kesini dulu ya al" "Ngapain tan ?" "Jemput naira , naira mau ikut kamu latihan " "Hahh kapan nai yang bilang ?" Tanya naira seketika "Ehh ngak sih emang mama yang bilang ,di jemput ya al biar ada yang nemenin ali juga kan ," "Tapi tan naira bilang gak enak badan " "Gapapa ntar lagi naira kan istirahat" "Emm yaudah tante ali pamit dulu ,assalamualaikum tante " "Waalaikum salam " Yuli masuk ke dalam rumah rumah nya disusuk dengan naira ,saat mobil ali baru saja keluar dari pintu garasi rumah nya. Naira mengekor yuli sampai ke ruang tamu rumah nya. "Mah ,nairah kan capek mah kenapa harus ijut ali sih ?" Protes naira yang masih mengekori mama nya. "Sayang kamu harus lebih sering bareng ali biar kalian saling kenal sayang " "Ya kan bisa di sekolah aja mah ,toh kita satu sekolah" "Naira ,waktu kamu cuma satu minggu ,gimana ceritanya 1 minggu kamu bisa kenal ali hanya dengan sekolah nai , kamu pikir satu minggu itu lama ? ,ngak satu minggu itu waktu yang sangat singkat nai , kamu pikir bisa mengundur waktu dengan meminta waktu satu minggu ? Asal kamu tau nai dengan seperti itu kamu sudah memberi harapan untuk keluarga ali sayang ,mereka sangat berharap satu minggu itu hal yang sangat cukup untuk kamu mengiyakan permintaan mereka sayang ,cobak deh kamu ngertiin sayang " Naira terdiam menatap yuli yang baru pertama kali seumur hidup nya ini berbicara tegas padanya. Sosok mama yang selalu lembut terhadap nya berbicara sangat tegas dengan nya. Naira berlari menaiki tangga ke kamar nya ,dibukanya kasar pintu kayu bertuliskan namanya. Di lemparkan nya tas nya ke sembarang arah ,dan langsung di jatuhkan nya tubuh nya ke atas kasur tidur nya. Naira menangis sejadi jadinya disana. Bodohh kata yang tersirat di benak nya ,kenapa harus dia meminta waktu ,kenapa tidak di tolak saja . Naira berfikir pasti akan sangan malu orang tuanya jika nanti akhirnya naira menolak lamaran ali. Karna lelah nya naira tertidur dengan masih mengenakan seragam sekolah nya. ****** Naira terbangun dari tidur nya menatap ke arah jam dinding di kamar nya sudah menunjukan pukul 17.23 . Naira bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Naira berendam beberapa aaat di bak mandinya. Setelah nya naira keluar dengan jubah mandi dan handuk di atas kepalanya. Naira membuka lemari kayu basar yang terletak di kamarnya. Di lihat nya deretan baju yang di miliki nya disana. Naira mengeluarkan beberapa dres sembari melihat pantulan dirinya disana . Naira duduk di atas kasur dengan beberapa pakaian berserakan disana. "Ihhh pakek apa cobak ?" Keluh nya dengan wajah tertekuk . Naira memang menolak pertunangan nya dengan ali tapi entah mengapa hatinya selalu tenang bersama dengan ali ,hatinya selalu menginginkan berada di dekat ali. Entah kenapa naira merasa kenal dekat dengan ali ,tapi entah pula dia tetap tidak menginginkan perjodohan ini. Naira berdiri dan berjalan ke arah lemari kecil di dekat tempat tidur nya . Dibukanya lemari tadi dan di keluarkan nya kotak kardus kecil dengan pita di atas nya. Naira membuka dan mengeluarkan satu persatu isi kardus itu. Naira agak lama memegang kertas beegambarkan dres cantik di atas nya. Ya gambar yang buat sahabat kecil nya ,sahabat yang pernah berjanji akan selalu bersamanya ,tapi apa daya jarak dan ke adaan membuat mereka terpisah hingga sekian lama nya. Naira meletakan gambar tadi di atas lantai dan mengeluarkan dres berwarna biru muda dengan panjang selutut dan beberapa hiasan manik di atasnya. Ya , naira sengaja membuat baju persis dengan gambar sahabat kecil nya . Naira mengenakan dres nya dan merias tipis wajah nya. Tok tok tok Suara ketukan pintu membuat naira berhenti memandang wajah nya di kaca kamar nya. "Iya " jawab nya singkat "Sayang ,ali udah dateng tuh , buruan turun ya " lanjut yuli "Iya mah naira turun" "Yaudah mama tunggu di bawah jangan lama lama ya " "Iya mah " Naora segera mengenakan sandal heasl yang hanya berukuran 3cm yang biasa di kenakan nya untuk berjalan jalan santai. Naira menuruni tangga satu persatu. Naira menghampiri ali yang sedang duduk sendiri memperhatikan handphone nya. "Ehh udah dari tadi al ?" Tanya naira basa basi "Eh iya , baru aja kok , baju itu ? " ucap ali tergantung mengingat sesuatu yang amat familiar di ingatan nya. "Kenapa ? ,norak ya ? Aku ganti ya " ucap naira hendak berjalan meninggalkan ali. "Eh ngak kok ,cantik" ucap ali meraih tangan naira . "srius ?" tanya naira tak percaya diri "iya srius ,cantik banget " ucap ali mendekatkan diri ke arah naira. sesaat mereka terdiam saling pandang dengan jarak yang sangat dekat. "ehhh " seketika suara yoga memecahkab lamunan mereka "ehh om , saya mau ijin bawa naira latihan futsal om " ali berbicara dengan salah tingkah karna malu nya di hadapan yoga. "ohh boleh boleh silahkan ,jangan malem malem ya pulang nya " yoga yang menjawab bahagia dengan kedekatan putri nya dengan ali. "emm ,iya om , yaudah kalok gitu kita langsung ya om biar gak kemaleman " "ohh iya iya , hati hati ya al di jalan " "iya om assalamualaikum " ali mencium tangan yoga dan yuli sebum berangkat ke area latihan nya. selama perjalanan ali dan naira hanya saling diam ,tidak ada yang mulai berbicara satu sama lain. naira hanya sibuk dengan handphone di tangan nya. hingga tanpa sengaja naira melihat foto yang di posting vino beberapa saat yang lalu , foto yang jelas di dalam adalah vino dan tiara ,disertai dengan caption yang membuat luka hatinya. (dengan mu membuat hari ku lebih baik , jauh dari mereka yang sebelum nya ) naira menutup handphone nya dengan perasaan kesal nya , naira menoleh sesaat ke arah ali dan kembali memandang ke lain arah. tiba tiba naira terfikir dengan ali mungkin dia bisa membalas vino dan tiara , lagi pula kenapa tidak di cobanya ? "al " naira mencoba membuka pembicaraan "apa ?" jawab ali singkat. "emm ,kayak nya aku udah mutusin buat nerima lamaran keluarga kamu " ali tiba tiba menghentikan mobil nya di tengah jalan. "kenapa ?" tanya ali tak percaya "apa nya ?" "ya kenapa tiba tiba ?" "ya apa salah nya juga kan ?" "aneh aja nai ,kamu yang dari awal berusaha menolak tiba tiba mengiakaj seperti ini " "gapapa kok ,aku cuma mau berbakti aja sama orang tua aku ,selagi mereka mawih ada" "terserah kamu aja lah nai " ali kembali melakukan mobil nya ke arah tujuan nya. tak lama setelah nya ali memarkirkan mobil nya di area parkir mobil yang memang disediakan disana. ali dan naira turun bersamaan disana. "al " ucap naira setelah menutuo kembali pintu mobil nya. "kenapa nai ?" "srius gapapa aku ikut kamu latihan ?" "gapapa kom tenang aja " "tapi aku malu al " "yaudah yok bareng aku masuk nya " lanjut ali menggandeng tangan naira masuk ke dalam. naira terdiam dengan perlakuan ali yang begitu lembut terhadap nya. naira duduk di salah satu bangku di tepi lapangan. naira memperhatikan ali yang terlihat semakin gagah dengan keringat di tubuh nya. tak terasa 2 jam naira duduk di sana, naira mulai merasa bosan dengan hanya duduk saja . naira menoleh ke kenan dan ke kiri nya, di lihat nya wanita yang sedikit lebih tua dari nya. wanita itu sedang duduk dengan perut buncit nya yang sudah sangat besar. naira berjalan menghampiri wanita yang tak di kenal nya itu. "hai mbak " sapa naira setelah berada di samping wanita itu. "hai " jawab wanita itu dengan ramah nya. "aku duduk disini ya mbak " lanjut naira menunjuk ke arah bangku kosong di sebelah wanita itu. "ohh boleh kok duduk aja " "mbak lagi ngapain disini ?" "ohh aku lagi nemenin suami aku dek ,tuh yang pakek baju kuning ,namanya mas irfan " "emmm mbak sering nemenin mas irfan kesini ?" "kalau dulu mbak selalu nemenin mas irfan kesini ,tapi kan sekarang mbak lagi hamil jadi udah jarang , eh iya nama aku fiza kamu siapa ?" "ohh iya lupa ,nama aku naira mbak " " kamu sendiri ngapain disini ?" "emm aku nemenin kak ali mbak " "ali yang itu ?" tunjuk fiza ke arah ali "mbak kenal sama kak ali ?" "ali itu temen nya mas irfan nai ,dia itu baik banget , dan baru sekarang dia bawa perempuan kesini " "srius mbak " "setau mbak sih gitu " naira terdiam menganggukan kepala menatap ke arah ali. ali yang baru saja menyelesaikan permainan futsal nya berjalan bersamaan bersama irfan ke arah naira dan fiza. "hai sayang ini siapa ?" sapa irfan mencium keninh fiza "ini naira mas ,katanya sih nemenin ali " jawab fiza menoleh ke arah ali "wahh udah punya gandengan lo al " goda irfan ke arah ali yang terlihat menyeka keringat nya. "apaan sih kalian " "emm malu malu segala lo al" " udah ah udah malem gue langsung ya , mau nganter naira dulu " "yaudah hatu hati tu lo bawa anak orang " "yaudah yuk nai pulang " "ayok , mbak fiza aku pulang dulu ya " "ehh iya hati hati hati ya " "iya mbak assalamualaikum" "waalaikum salam " ali bergegas mengantar naira pulang . tapi seperti biasa tak ada percakapan di antara mereka . hingga suara perut naira terdengat jelas di telinga ali. "kamu laper ?" tanya ali "iya , belum makan tadi soal nya " jawab naira malu. "kenapa gak bilang sih " "emm ,kamu juga gak tanya " mereka kembali terdiam dengan pikiran masing masing . ali melajukan mobil nya ke arah tempah makan yang biasa di hampirinya. ali memarkirkan mobilnya di emperan toko yang sudah tutup. "makan dulu yuk " ucap ali membuka safetybelt nya. "gapapa al langsung pulang aja ,biar aku makan di rumah " "udah yuk turun ,tapi gapapa kan makan nya di pinggir jalan " "gapapa kok " "yaudah yuk" "bang kayak biasa ya " ucap ali setelah duduk di salah satu meja disana. "kamu mau makan apa nai ?" lanjut ali "sama in aja deh " "emm ok ,bang dua ya " " ok siap den " "sering kesini ?" tanya naira "biasa nya sih kalok habis latihan laper kesini aja , murah enak juga " "ohh gitu " "kenapa ? , gak pernah makan di tempat kayak gini ya ?" "ahh ngak kok sering malah" "beneran ?" "bener dong " "ini den pesanan nya " ucap penjual itu meletakan piring berisi nasi dengan lauk ayam panggang dan beberapa sayuran juga sambal dan lauk lain nya. naira dan ali saling diam menikmati makanan mereka masing masing. setelah makan ali mengantar naira pulang . "assalamualaikum om ,tante " sapa ali mencium tangan kedua orang tua naira. "waalaikum salam ali " jawab yoga . "om ,tan ali langsung ya udah malem besok sekolah soal nya." "gak masuk dulu al " lanjut yuli. "gausah tante udah malem " "yaudah hati hati ya al " "iya tan assalamualaikum " "waalaikum salam " setelah mobil yang ali kendarai pergi menjauh dari rumah mereka naira masuk ke dalam kamar nya , direbahkan nya tubuh nya di atas kasur nya. tanpa sadar naira terlelap disana.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD