pagi ini terasa berbeda dengan pagi biasanya , pagi ini naira bangun untuk shalat subuh seperti biasanya , tapi biasanya naira akan tidur lagi setelah nya .
tapi kali ini berbeda , sudah pukul 05.00 pagi tapi naira masih duduk di atas sajadah nya ,masih dengan mukenah putih di badan nya.
mata sedikit sembab karna air mata.
" ya allah jika ini memang jalan terbaik untuk ku , tolong bantu aku membuka membuka hati ku untuk nya , tolong iklas kan aku untuk menerimanya ,hapus kan mana lain yang masih ada di hati ku dan gantikan dengan namanya ,aminnn "
waktu sudah menunjukan pukul 07.30 naira memutuskan untuk menyegarkan pikiran nya dan menenangkan hatinya dengan mandi .
setelah sekian lama berendam di kamar mandi ,naira keluar dengan jubah mandinya.
di pakainya pakaian yang di berikan yuli pada nya malam tadi.
ya , hari ini adalah hari naira bertunangan dengan ali .
dua hari yang lalu naira menyampaikan niat nya di hadapanborang tua nya dan orang tua ali akan jawaban nya menerima lamaran ali.
dari senang nya orang tua ali meminta agar acara pertunangan mereka di adakan esok harinya , tapi naira meminta waktu dua hari untuk lembih memantapkan diri lagi pula keluarga naira juga harus mempersiapkan segala sesuatu nya.
Naira duduk di depan cermin memandang dirinya yang tengah di rias oleh riska .
riska adalah kakak sepupu naira yang kebetulan adalah seorang perias pengantin di kotanya.
riska merias naira dengan riasan natural tapi tetap memancarkan kecatikan nya.
setelah selesai dengan riasan naira ,riska merapikan rambut naira , di pasangkan nya sanggul kecil di rambut naira , dan di biarkan beberapa helaivrambut terurai ke depan.
"nai udah ,gini aja ?" tanya riska setelah selesai dengan naira.
"iya kak gini aja ,biar gak berlebihan " jawab naira singkat.
"gamau pakek mahkota atau bunga gitu nai ?"
"ngak kak naira lebih suka gini aja "
"yaudah kalok emang itu yang kamu mau , tapi kamu cantik "
"ahh kakak bisa aja "
"beneran nai kamu sih emang di apa in aja cantik "
"ihh kak jangan gitu ah "
"assalamualaikum " ucap yuli membuka pintu kamar naira membuat percakapan naira dan riska terhenti
"waalaikum salam " jawab naira dan riska bersamaan
"wah cantik sekali anak mama " lanjut yuli.
"apaan sih mama ,kan naira jadi malu "
"ehh beneran lo sayang cantik banget"
"iya tante bener naira emang cantik banget " jawab riska menggoda naira.
"riska aja tau kalok kamu cantik sayang , ehh tapi udah belom nih keluarga ali udah dateng tuh "
"ehh udah kok tan di bawa aja naira nya".
"ohh yaudah yuk sayang kasian mereka udah nunggu "
"iya mah "
naira menenangkan hati nya dengan pernafas panjang beberapa kali ,hingga akhir nya berdiri dari tempat duduk nya .
naira berjalan beriringan dengan yuli dan siska .
naira tampak anggun dengan kebaya brukat dan beberapa manik di atas nya dipadukan dengan rok batik berbentuk span yang senada dengan pakaian yang di pakai ali.
naira berjalan sambil menunduk kan kepalanya.
naira duduk di tengah tengah orang tua nya , berhadapan dengan ali.
semua orang berkumpul disana.
diruang yang telah indah dengan berbagai dekorasi yang tertata rapi.
dengan nama naira dan ali juga tertera disana.
acara berjalan dengan lancar , hingga tepat pada saat pemasangan cincin .
ali memasangkan cincin ke jari naira ,begitu pula sebalik nya.
semua pihak keluarga sangat berbahagia untuk mereka.
naira dan ali berdiri di depan dekorasi bertuliskan nama mereka.
sesekali ali mencuri pandang ke arah naira ,hingga tanpa sengaja tatapan mereka bertemu.
"kenapa ?" tanya naira pelan
"cantik " jawab ali sangat dekat dengan wajah nya.
naira terdiam setelah nya , jantung nya berdebar dengan kecang nya.
entah mengapa tapa bahagia rasanya mendengar ucapan ali .
"kenapa ?" tanya ali.
"gapapa "
naira kembali fokus ke acara mereka.
hingga acara selesai ,tamu undangan mukai satu persatu pulang bergantian.
hingga hanya tinggal keluarga naira dan ali saja.
orang tua ali dan naira sangat bahagia bisa menyatukan keluarga besar mereka.
"ehh ayo di minum teh nya mbak " ucap yuli memulai bicara
"ah iya pasti aku minum aku minun kom?k "
"ah alhamdulillah ya mas acara nya berjalan dengan lancar.
"iya alhamdulillah sekali , oh ya mas yoga maaf kalau terkesan buru buru , begini mas , anak anak kita kan sudah bertunangan , dan saya berniat agak mereka segera melangsungkan pernikahaan "
" ohhh kalau saya setuju setuju saja mas , tapi kita kan harus minta persetujuan dari mereka juga mas "
"iya betul itu mas betul sekali , harus kita tanyakan mereka dulu , karna bagaimana pun mereka yang akan menjalani nya"
"tapi maaf ,jika mereka setuju lalu sekolah nya bagaimana ?" tanya yuli
"ehh maaf mbak yuli kalau masalah sekolah insya allah kita bisa bicarakan dengan guru mereka , karna kan sekolah mereka setau saya ada siswa dan siswi yang juga sudah menikah mbak hanya saja tidak banyak yang tahu soal itu " jawab mirna melanjutkan.
"emmm yausudah saya setuju asalkan masih bisa lanjut sekolah nya " lanjut yuli.
"yasudah sebaik nya kita tanya kan anak anak nya saja " lanjut yoga.
"ohh lebih bagus itu "
tok tok tok
"iya " ucap naira dari dalam kamar nya.
"mama masuk ya sayang "
"masuk aja mah " lanjut naira sembari membersihkan make up nya di depan cermin.
"sayang kalau sudah turun ya ada yang mau kita bicarakan "
"ohh iya mah ini juga udah selesai."
"yaudah yuk turun bareng mama "
"iya mah yuk "
naira turun ke bawah bersama mama nya.
disana ternyata masih ada keluarga ali juga.
naira duduk berhadapan dengan ali di samping orang tua nya.
"mah , pah ada apa ya ?" tanya naira dengan polos nya.
"emm sayang , om mau bicara serius boleh ?" lanjut heru.
"boleh kok om silahkan "
"begini kita semua sudah sepat akan melangsungkan pernikahan kalian satu bulan lagi , jadi apa kalian setuju?"
"apa " ucap ali dan naira bersamaan.
"begini kalian kan bertunangan kita hanya takut ada fitnah jika kalian berduaan karna kan banyak juga orang yang tidak tau hubungan kalian "
"iya jadi kalau kalian menikah , kalian punya bukti kalau kalian sudah ada ikatan "
"tapi pah ,om kita kan masih sekolah " lanjut naira.
"iya pah sekolah kita gimana " jawab ali ikut menimoali.
"tenang aja kalian bakalan tetap sekolah kok tidak akan mengganggu sekolah kalian tenang saja"
ali dan naira saling terdiam , tak bisa bicara apa lagi , kemauan keluarga mereka memang sulit di tentang.
merka hanya bisa pasrah jija harus menikah muda ,
bagaimana lagi jika memang sudah jalan nya seperti ini.
keluarga ali berpamitan pulang setelah selesai membicarakan segala persiapan mereka.
naira masuk ke dalam kamar nya setelah mengantar keluarga ali ke halaman rumah nya.
naira membaringkan tubuh nya di atas ranjang .
di raih nya buku dairy kesayangan nya.
dear bublee...
hari ini aku menjadi milik nya ,
dan bulan depan aku semakin menjadi milik nya.
bublee ...
aku tidak tau apakah memang ini yang yerbaik
tapi ,aku belum siap
aku belum mau berhubungan lebih jauh
aku takut
ahhhhh kenapa harus aku yang tersiksa begini.
naira menumpahkan segala keluh kesahnya pada buku nya.
naira merebahkan tubuh nya dengan berlinang air mata.
naira terlelap di tengah tangisnya.
di sisi lain tanpa naira sadari yuli tengah menatap tak tega pada nya dari celah pintu kamar nya.
menatap sang putri tengah gundah hati nya .
yuli merasa kasihan terhadap naira yang harus menikah muda.
tapi di balik itu yuli tau apa sedang terjadi terhadap naira karna vino dan tiara.
yuli berfikir jika naira menikah dengan ali naira mungkin tidak akan merasakan sakit itu lagi , karna yuli tau betul dengan ali.
yuli menutup pintu kamar naira dengan rapat.
membiarkan naira beristirahat dengan kelelahan hati nya.
yuli berjalan menuruni tangga rumah nya.
berjalan perlahan menemui sang suami yang tengah duduk santai dengan secangkir kopi dan handphone di tangannya.
"pah " sapa yulu terhadap yoga
"iya mah " jawab yoga tak berpaking dari handphone nya .
"papa srius mau naira nikah muda ?"
"mah papa tau mama kasihan sama naira , tapi cobak mama pikir kalau mama mau kejadian vino terulang lagi ?"
"mama tau pah ,tapi sepertinya naira belum siap "
"mah ,mama lupa soal tiara ? ,dia tidak akan cukup hanya dengan vino mah ,mama lupa dan mama harus ingat bukan baru vino lo mah "
yuli terdiam mengingat apa yang sebenar nya tiara lakukan pada naira.
yuli dan yoga sebenarnya terus mengawasi naira agar tidak salah pergaulan meski tanpa naira ketahui.
tapi karna itu pula yuli dan yoga tau perihal tiara dan segala yang pernah terjadi terhadap naira.
flashback
hari ini naira adalah hari kenaikan kelas naira di sekolah menengah pertama.
yuli datang ke sekolah naira dengan di antar suami sebelum berangkat kerja.
yuli masuk ke sekolah naira bersama dengan naira.
yuli melihat sekeliling ruang kelas naira ternyata baru ada dua wali murid yang datang.
ruang kelas sebagai tempat pembagian rapot masih sepi.
ini kali pertama yuli datang ke sekolah naira untuk pengambilan rapot , karna biasanya yoga yang akan datang kesekolah naira sebelum nya , sebab yuli baru saja pulang dari luar negri untuk pengobatan jantung nya , sayang nya yoga tidak dapat menemani yuli karna terkendala pekerjaan.
yuli duduk di bangku kosong yang bersebelahan dengan dua wali murid lain nya.
yuli menundukan kepalanya menyapa dua wali murid itu.
" anak nya siswa baru ya mbak ?" tanya salah seoarang wali murid disana.
"ehh enggak kok mbak saya mama naira , cuma saya baru pertama kali kesini" jawab yuli dengan nada ramah nya.
"ohhh pantesan belum pernah liat soal nya"
"iya mbak "
"memang biasa pak yoga yang menemani naira kesekolah saat ada acara ya kan mbak "
"iya mbak saya baru pulang berobat soal nya "
"ohhh memang nya mbak ini sakit apa ?"
"saya sakit jantung mbak , jadi baru saja selesai operasi pemasangan ring jantung "
"owalah semoga cepat sembuh ya mbak "
"iya mbak aminnn"
"mama " ucap naira berlari ke arah mama nya membuat perbincangan mama nya terhenti
"ehh sayang dari mana aja ?"
"nai barusan ke kantin ma "
"ohh habis makan apa sayang ?"
"nai barusan beli bakso mah , mama mau ? nai beliin ya"
"gausah sayang mama udah kenyang"
"ohh yaudah deh mah , oh ya mah ini tiara sahabat naira mah "
"ohh hai tiara "
"hai tante " ucap tiara menyali yuli.
"mah aku sama tiara keluar dulu ya ,kan udah mau di mulai acaranya."
"ehh iya sayang"
acara pengambilan rapot berjalan dengan lancar , yuli sangat bangga dengan naira yang mendapat kan peringkat satu di kelas nya dan tiara peringkat dua setelah nya.
yuli tertawa bahagia bersama naira di depan ruang kelas naira .
di pujinya naira dengan kasih sayang.
naira sangan bahagia memegang piala dan memakai piagam kebanggan nya.
tapi lain hal nya dengan tiara , ayah dan mama nya malah marah besar terhadap nya .
papa tiara adalah orang yang tempramen terhadap keluarganya.
papanya marah karna tiara malah mendapat peringkat dua.
papa nya selalu menuntut agar tiara selalu menjadi yang pertama.
begitu pula mama nya yang seorang sosialita ,yang mengharuskan anak nya untuk jadi pertama untuk di pamer kan di hadapan teman teman nya.
tiara menilah kebahagiaan naira di balik tiang besar disana.
tiara memandang tak suka terhadap naira.
tiara berfikir jika tidak ada naira mungkin dirinya yang akan jadi nomer satu.
sejak hari itu tiara selalu berusaha mendapatkan apa yang naira dapatkan.
satu tahun berlalu sejak kenaikan kelas sebelum nya.
hari hari naira semakin berbeda , naira yang terbuka dan ceria selalu menceritakan keluh kesahnya terhadap orang tua nya.
orang tua naira tak pernah melarang naira berpacaran asalkan masih dalam batas wajar.
selama satu tahun terakhir orang tua naira selalu merasa aneh dengan kisah cinta anak nya.
naira sering sekali putus cinta , pasti alasan nya karna wanita yang entah siapa .
orang tua naira awal nya menganggap biasa soal putri nya karna ya memang namanya juga cinta monyet , tapi lama lama mereka merasa aneh karna semua kekasih naira pergi karna hal yang sama.
sejak itu pula tiara sudah tidak lagi pernah main ke rumah naira.
orang tua naira memikih mencari tahu soal anak nya karna bukan hanya karna soal cinta saja ,sering juga naira tidak fokus belajar karna itu .
orang tua naira meminta bantu selly sahabat serumah tiara.
dari situ orang tua naira tahu akan segala yang terjadi sebenar nya.
orang tua naira mulai mengawasi naiara dari tiara.
karna tak jarang pula tiara memfitnah naira menyontek saat ujian , hanya saja naira tidak tau akan tiara yang iri pada nya.
flashback off