Setelah mendapat kabar dari rumah sakit bahwa suaminya mengalami kecelakaan, Lia langsung pergi ke rumah sakit diantar dengan salah satu bodyguard, sambil terus menangis ia menuju ruang IGD. “Mbak, mau ke mana?” tanya seorang perawat ketika melihat Lia hendak masuk ke ruang IGD. “Saya mau lihat suami saya sus. Tolong izinkan saya masuk hiks ....” “Sabar ya Mbak, Dokter masih belum selesai memeriksa,” jawab sang perawat lalu masuk ke ruang IGD. Lia jatuh dari pertahananannya, tubuhnya yang tak berdaya menyentuh dinginnya lantai. Ia tidak peduli dengan orang-orang yang lewat, yang mungkin melihat ke arahnya. Air matanya terus mengalir dari mata hingga ke dagunya, menetes jatuh ke lantai. Sesak dan tak berdaya, rasanya seperti tak ada semangat lagi yang tersisa dalam dirinya, seperti

