Lia membantu suaminya untuk naik ke atas kasur, membaringkan tubuh suaminya dengan nyaman lalu menyelimutinya. “Makasih ya,” Lia mengangguk, mengusap kepala suaminya pelan. “Tidur yang nyenyak ya Mas,” ucap Lia lalu ikut naik ke atas kasur, berbaring di sebelah suaminya. Ia menghela napas, menatap langit-langit dengan matanya yang bening namun tiba-tiba ia teringat sesuatu lalu menoleh ke samping, mendapati suaminya yang sudah memejamkan mata. Ia menghela napas pelan. Padahal ada sesuatu yang ingin dibicarakannya dengan suaminya tapi ia ragu karena takut malah akan menjadi beban pikiran untuk suaminya. Keesokan paginya, Lia bangun pagi seperti biasa, memulai rutinitas barunya membantu suaminya mandi, tak lupa juga membuatkan sarapan untuk suaminya sebelum ia berangkat kerja. Sebenarn

