Setelah mengantarkan istrinya pulang, Evan langsung bertolak menuju perusahaan. Setibanya di perusahaan, saat melewati lobi, Riska memanggilnya. “Pak Evan!” “Iya?” “Tadi pagi ada seorang pria datang ke perusahaan, dia ingin bertemu dengan Bapak. Tapi, karena Bapak belum datang, jadi saya menyarankan untuk datang siang nanti tapi dia menolak dan memilih meninggalkan nomor ponselnya. Ini Pak,” papar Riska seraya memberikan kertas yang berisi nomor hp seseorang. Evan mengernyitkan dahinya, “Siapa?” “Dia tidak mau menyebutkan namanya Pak. Dia juga berpakaian tertutup, memakai masker dan kacamata hitam. Katanya kalau Bapak penasaran, Bapak bisa hubungi nomor yang tertera di sana.” “Oke, terima kasih.” Evan meraih kertas itu lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangannya. Ia mendu

