Ranya Kirana berdiri tegak di tengah lampu sorot studio yang tajam menembus melalui udara, mengenakan gaun sutra hitam berpotongan sesuai bentuk tubuhnya dan korset yang ditenun karya salah satu perancang ternama, menampilkan yang terbaik untuk setiap bidikan kamera. "Kau bisa lebih bersandar kepadaku," bisik Simon kepada Ranya karena saat itu memang adalah sesi mereka berdua. Di sekelilingnya mereka, tim produksi bergerak dalam keheningan yang disiplin memastikan semua sesuai dengan tema marketing drama yang saat ini dibintangi oleh Simon, Ranya dan juga Ardina. "Aku tahu bagaimana harus berpose," balas Ranya pada Simon dingin seperti biasanya. Simon tersenyum. Tangannya menyentuh lembut rambut Ranya sesuai dengan arahan fotografer. "Kepala sedikit miring ke kanan, Ranya. Ya. Angkat

