Bab 39. Ciuman Yang Ganjil

1028 Words

# Bisma tertegun menatap Ranya. "Kau membuatku merasa seakan aku harus menerima tawaranmu," ucap Bisma. Ranya kembali tertawa. Senyuman formalitas yang tetap saja tampak mempesona di mata lawan bicaranya tanpa disadari oleh Ranya sendiri. "Itu tandanya kau waras dan tahu mana yang menguntungkan dan mana yang tidak." Ranya kini meraih cangkir tehnya dan meneguknya lagi. "Tehnya dingin," ujar Ranya. "Akan aku minta teh yang baru untukmu," balas Bisma. Dia ingin berdiri tapi Ranya menahan ujung lengan jasnya. "Tidak perlu, aku hanya mengetesmu," balas Ranya. Dahi Bisma berkerut pelan. "Mengetes untuk apa?" tanyanya tidak mengerti. "Mengetes apakah kau perhatian kepadaku lebih dari yang kukira karena kau akan memberiku bunga lagi saat kau pulang waktu itu tapi kutebak kau tidak jad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD